x

Kabar Duka, Tokoh Pers Lampung Samsul Bahri Nasution Berpulang

waktu baca 2 minutes
Senin, 16 Feb 2026 11:08 0 401 admin

Bandar Lampung (LB): Dunia pers Provinsi Lampung diselimuti duka. Tokoh pers senior sekaligus Pemimpin Redaksi Lampung TV (LTV), Syamsul Bahri Nasution, meninggal dunia pada Minggu malam, 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.

Kabar meninggalnya tokoh jurnalistik senior yang dikenal mudah bergaul ini cukup mengejutkan banyak pihak karena sebelum dikabarkan meninggal dunia, almarhum diketahui masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan pada Sabtu, 14 Februari 2026 ia terpantau masih aktif di media sosial dengan membagikan sejumlah karya jurnalistik mengenai infrastruktur di Probolinggo.

Almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo sebelum akhirnya dinyatakan mengembuskan napas terakhir. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Komplek Terminal Rajabasa, Bandar Lampung.

Bagi dunia pers Lampung, Syamsul Bahri Nasution bukan nama asing dan merupakan salah satu tokoh pers senior. Dedikasinya pada profesi wartawan sudah berjalan puluhan tahun. Dia juga tercatat merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak Agustus 1984.

Selama bergelut di dunia jurnalistik, beberapa posisi strategis pernah diemban almarhum antara lain: Pemimpin Redaksi Lampung TV (LTV), Pemimpin Redaksi & Manajer Lampung Post (1990–1999). Manajer di MNC Group (2008–2011).

Tiga Pesan Almarhum untuk Wartawan Muda

Di masa hidupnya, Syamsul dikenal sebagai mentor yang tidak pelit berbagi ilmu. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan tiga prinsip utama bagi wartawan dalam mengolah berita:

  1. Kreativitas Judul, Ia berpesan agar wartawan tidak membuat judul yang membosankan atau membuat pembaca jenuh (“muntah”). Judul harus menarik namun tetap beretika.
  2. Sudut Pandang (angle) dan Etika: dia selalu mengingatkan memilih angle yang tepat dan selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah, terutama pada berita yang berkaitan dengan hukum.
  3. Ketelitian dan Profesionalisme: Wartawan harus jeli dan tidak terburu-buru dalam menghakimi atau memvonis suatu permasalahan di dalam berita utama.

“Wartawan itu harus jeli, teliti, dan profesional,” begitulah pesan yang sering ia sampaikan kepada para juniornya.

Cita-citanya mendirikan sekolah jurnalistik di Lampung belum terwujud, proses pembangunan gedung masih terhenti. Selamat jalan, Bang Syamsul. Dedikasi dan semangat yang engkau curahkan bagi pers Lampung semoga akan abadi. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
LAINNYA