x

Mendikbudristek Nadiem Makarim Dorong Sekolah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

waktu baca 2 minutes
Rabu, 5 Mei 2021 17:56 0 147 admin

JAKARTA (lampungbarometer.id): Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendorong sekolah melakukan pembelajaran tatap muka sebab dia menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak lagi efektif dan menimbulkan beberapa masalah.

“Efektivitas PJJ menurun di seluruh dunia, ada berbagai macam laporan dan anekdot mengenai berbagai kendala yang dialami. Ada berbagai macam laporan kendala, konektivitas yang tidak reliabel, tidak memiliki gawai, permasalahan fundamental. Sehingga pelaksanaan PJJ di berbagai daerah sangat sulit dilakukan,” papar Nadiem di Talkshow memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2021.

Tak kalah penting yang menjadi perhatian Nadiem adalah masalah psikososial murid. Sebab, anak menjadi bosan di rumah, jenuh terlalu banyak video conference, kondisi belajar yang tidak dinamis, banyak yang kesepian, hingga depresi tak bertemu teman dan guru.

“Jika dibiarkan terlalu lama akan ada berbagai macam permasalahan domestik, stres terlalu banyak di rumah, kurang keluar hingga menyebabkan kekerasan di rumah tangga,” jelas mantan Bos Go-Jek ini.

Lebih lanjut, Nadiem menyoroti masalah tersebut juga terjadi pada orang tua. Pasalnya, orang tua harus membimbing anak PJJ di tengah kesibukannya bekerja sehingga membuat rasa stres timbul.

“Jadi sudah jelas bahwa sudah terlalu lama proses PJJ terjadi, tidak bisa menunggu dan mengorbankan pembelajaran dan kesehatan mental dari murid-murid kita,” ucap Nadiem.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei sudah ada 25% sekolah yang melaksanakan tatap muka. Kapasitas dalam sekolah tatap muka pun diperbolehkan hanya 50%, tidak ada aktivitas di luar pembelajaran, tidak ada kegiatan ekskul, tidak ada kantin, masuk sekolah langsung pulang.

Sekolah tatap muka harus melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, sanitasi dan masker merupakan hal yang wajib. Nadiem pun berharap agar angka sekolah tatap muka terus bertambah.

“Dari januari sudah bisa tatap muka tapi akselerasi itu masih belum terjadi. Jadi pemerintah mengambil sikap guru-guru menjadi prioritas vaksinasi. Sehingga ketika guru-guru sudah memperoleh vaksinasi sekolah diwajibkan tatap muka dengan ketentuan sekolah masing-masing,” terang Nadiem.

Namun, Nadiem kembali mengingatkan keputusan anak untuk datang ke sekolah tetap berada di tangan orang tua. Sekolah tetap harus melaksanakan sekolah tatap muka secara terbatas.

“Ada orang tua yang merasa kesehatan mental anak sudah sangat rentan sehingga sekolah tatap muka sangat penting, juga pengembangan kognitif sang anak. Sekolah diwajibkan melaksanakan tatap muka terbatas, tidak bisa menciptakan generasi yang learning loss lagi. Oleh karena itu, semua pihak harus sama-sama tanggung jawab, termasuk orang tua dengan full prokes,” pungkasnya. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA