Lampung Selatan (LB): Informasi terkait kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di Lampung masih sangat minim.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Diskusi Pendidikan yang digelar Gelanggang Institute bersama Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) dan Lampung Education Forum (LEDForm) dengan difasilitasi Surat Kabar dan Media Siber Lampung Barometer.
Diskusi bertajuk “Sekolah Negeri Untuk Siapa?” dengan Tema “Membaca Ulang PMB: Transparansi, Keadilan dan Masa Depan Pendidikan di Lampung” ini digelar di Rumah Gelanggang, Kantor Redaksi Surat Kabar dan Media Siber Lampung Barometer, Jalan Perjuangan 2, Dusun 3B Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Menghadirkan narasumber Pakar Pendidikan yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Gino Vanollie dan penulis serta praktisi pendidikan Hadi Aspirin, serta dimoderatori Anton Kurniawan, diskusi berlangsung menarik dan penuh dialog.
Dalam pemaparannya, Hadi Aspirin menyampaikan kritik terhadap Pemerintah, khususnya Provinsi Lampung atas minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait kesiapan penerimaan murid baru.
“Sampai hari ini belum ada pemberitahuan dari pemerintah, khususnya Provinsi Lampung, tentang sudah sejauh mana kesiapan kita dalam melaksanakan SPMB, bahkan nyaris tidak ada, padahal ini penting. Coba bandingkan dengan menjelang Lebaran Idul Fitri misalnya, pemerintah secara massif memberikan informasi tentang kesiapan melaksanakan mudik; jalan diperbaiki, informasi rest area, informasi titik kemacetan, dan lain-lain,” ucapnya.
“Berbeda dengan menyambut SPMB, tidak ada informasi massif yang disampaikan kepada masyarakat. Ini koreksi untuk pemerintah, karena ini akan berdampak langsung terhadap kualitas penyelenggaraan SPMB,” ujar Hadi.
“Panitia SPMB atau pihak dinas kalau perlu melakukan konferensi pers, undang media untuk menyampaikan sudah berapa persen persiapannyang dilakukan. Ini penting,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Direktur Gelanggang Institute, Novri Rahman, M.Pd. mengatakan Gelanggang Institute merupakan sebuah organisasi nirlaba yang akan memberikan masukan dan kritik atas kebijakan pemerintah demi membangun SDM yang berkualitas.
“Diskusi ini merupakan yang perdana digelar dan akan dilakukan secara rutin,” ucapnya.
Sekretaris FMGI, Jully Andrianto, M.Pd. menyampaikan diskusi ini menjadi hal penting sebagai bagian dinamika pembangunan di Lampung. Sebab dapat memberikan masukan-masukan kepada pemerintah untuk membangun Lampung menjadi lebih baik.
“Diskusi-diskusi seperti menjadi ajang yang strategis untuk menggali persoalan dan memberi masukan untuk pemerintah,” ujarnya.
Diskusi ini dihadiri peserta dari berbagai profesi; dosen, guru, mahasiswa, aktivis dan pemerhati pendidikan. (Herdi)
Tidak ada komentar