Bandar Lampung (LB): Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menyatakan kesiapan untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 di Provinsi Lampung.
Dukungan tersebut disampaikan Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., saat menerima audiensi dan sinergi menuju sukses PON XXIII 2032 dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung beserta jajaran di Ruang Rapat Rektor lantai 8 Gedung Academic & Research Center UIN Raden Intan Lampung, Kamis (9/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rektor menyampaikan kampus juga merupakan aset masyarakat Lampung sehingga siap berkontribusi dalam menyukseskan agenda olah raga nasional tersebut.
“Pada prinsipnya kampus kami ini juga aset yang dimiliki pemerintah provinsi dan masyarakat Lampung. Karena itu, menjadi kebanggaan tersendiri ketika jajaran KONI hadir ke kampus untuk membangun sinergi menyukseskan PON XXIII tahun 2032 dengan perguruan tinggi di Provinsi Lampung,” ujar Rektor.
Ia menambahkan audiensi ini menjadi penguat untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan PON. “Menurut saya kita sebagai masyarakat Lampung harus menyambut ini. Audiensi ini menjadi penguat bahwa kita siap menyukseskan PON 23 tersebut. Tentu ini menjadi wujud syukur dan kebahagiaan kita dengan ditetapkannya Lampung dan Banten sebagai calon tunggal tuan rumah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M. menjelaskan pada 1 April 2026 Lampung dan Banten secara resmi telah ditetapkan sebagai calon tuan rumah PON XXIII 2032. Menurutnya, meskipun penyelenggaraan masih beberapa tahun ke depan, persiapan sudah harus dilakukan sesuai dengan aturan dari KONI Pusat.
“Sesuai kesepakatan dan mekanisme yang ada, Lampung dan Banten sudah membagi cabang olah raga yang akan diselenggarakan di masing-masing provinsi. Di Lampung ada 26 cabang
olah raga yang akan disebar di beberapa kabupaten dan kota sesuai kesiapan sarana prasarana yang ada,” jelasnya.
KONI Lampung juga telah mendistribusikan 26 cabang olah raga tersebut ke sejumlah daerah dan institusi yang memiliki fasilitas olahraga. Dalam hal ini, KONI berharap UIN Raden Intan Lampung dapat berkontribusi melalui sarana dan prasarana yang dimiliki kampus.
“Kami harapkan kesediaan UIN RIL untuk menyiapkan atau menyediakan sarana prasarana yang ada untuk cabang olah raga. UIN RIL direncanakan akan menjadi tempat cabang olah raga bela diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penetapan tuan rumah PON akan melalui tahap visitasi dan verifikasi oleh tim KONI Pusat yang dijadwalkan berlangsung di Lampung pada 14–18 April 2026.
“Kami datang bersilaturahmi sekaligus memohon izin untuk mengusulkan salah satu sarana olah raga di UIN RIL menjadi venue cabang olah raga bela diri, dan juga memungkinkan untuk dikunjungi tim visitasi, kemungkinan pada 15 April nanti,” katanya.
Selain persiapan PON, KONI Lampung juga menjajaki peluang kerja sama dengan UIN Raden Intan Lampung dalam pengembangan olahraga mahasiswa.
Taufik menjelaskan sebelumnya KONI telah melakukan sinergi dengan beberapa perguruan tinggi di Lampung, seperti Universitas Lampung dan Institut Teknologi Sumatera, yang memiliki program studi keolahragaan.
“Kami juga menjajaki kemungkinan kerja sama pengembangan olah raga kemahasiswaan di UIN RIL. Dua tahun sekali ada POMNAS, dan pada 2027 akan diselenggarakan di Sumatera Selatan. KONI siap bekerja sama dengan melibatkan cabang olah raga untuk membina mahasiswa sehingga bisa menjadi aset daerah dan mengharumkan nama Lampung di berbagai event,” ujarnya.
Ia juga melihat potensi pengembangan fasilitas olah raga di Kampus 1 dan Kampus 2 UIN RIL di Kota Baru nantinya, termasuk kemungkinan pengembangan venue olah raga terbuka di kawasan tersebut.
“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan UIN RIL dalam pengembangan olahraga mahasiswa, khususnya di lingkungan kampus,” tambahnya.
Selain PON, KONI Lampung juga akan menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) yang melibatkan banyak cabang olah raga. Dalam kegiatan tersebut, KONI juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas olah raga yang dimiliki berbagai lembaga, termasuk perguruan tinggi di Bandar Lampung.
Menanggapi hal tersebut, Rektor menyampaikan UIN Raden Intan Lampung siap memperkuat kerja sama yang telah terjalin dengan KONI.
Ia juga membuka peluang pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga kampus untuk mendukung berbagai kegiatan olah raga.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penunjukan dan rencana penempatan venue di UIN RIL. Selama ini di GSG KH Ahmad Hanafiah juga sering digelar berbagai perlombaan mahasiswa,”
ujarnya.
Rektor menambahkan persiapan PON diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat olahraga di kalangan sivitas akademika dan masyarakat.
“Melalui persiapan PON ini kita harapkan dapat menghidupkan gairah olahraga di kalangan sivitas akademika UIN RIL dan masyarakat Lampung. Kalau badan tidak sehat biasanya mental juga terganggu, termasuk terkait mental health di kalangan mahasiswa,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro AAKK UIN RIL Dr. H. Abdul Rahman, M.Pd. menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung kolaborasi dengan KONI. Ia menyebut mahasiswa UIN RIL selama ini juga telah beberapa kali berkolaborasi dalam kegiatan olahraga bersama KONI.
“Kami berharap program studi Sains dan Olahraga juga segera dapat direalisasikan karena saat ini masih dalam proses pengajuan,” ujarnya.
Selain fasilitas olah raga, UIN RIL juga memiliki sarana pendukung seperti Sport Center, dan juga memiliki sekitar 200 kamar penginapan serta Pusat Pelatihan (Lamban) di Labuhan Ratu yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan olah raga.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Kabag Umum Ahmad Zulbilal serta Ketua Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL Novrizal Fahmi. (hms)
Tidak ada komentar