x

‎Video 2 Siswi SMP di Tanggamus Adu Jotos dan Saling Jambak Viral

waktu baca 2 minutes
Senin, 22 Des 2025 07:35 0 1686 admin

‎Tanggamus (LB): Video dua siswi SMP Muhammadiyah III Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung berinisial R dan S saling adu jotos dan saling jambak viral di media sosial.

‎Dalam video berdurasi 49 detik itu terlihat dua pelajar putri terlibat pergumulan sengit di dalam ruang kelas dengan disaksikan rekan-rekannya yang merekam aksi tersebut, tanpa berusaha melerai.

‎Menurut keterangan IN, ayah salah satu siswi yang terlibat perkelahian, insiden perkelahian tersebut terjadi di dalam ruang kelas pada Sabtu (20/12/2025) sekitar Pukul 07.00 WIB, sebelum pembagian Buku Raport.

‎”Putri saya terlibat insiden perkelahian dengan teman sekolahnya saat hari pembagian Buku Raport,” jelas IN, saat dihubungi Minggu (21/12/2025).

‎IN juga mengatakan kejadian tersebut terungkap ketika putri sulungnya inisial S yang merupakan siswi kelas VIII SMP Muhmmadiyah Wonosobo, pulang sekolah usai pembagian Buku Raport dengan wajah memerah dan ada luka gores bekas cakaran.

‎Melihat kondisi anaknya, sang ibu kemudian menanyakan hal tersebut. Meskipun awalnya bungkam, setelah didesak S mengakui telah terlibat perkelahian dengan teman satu sekolahnya berinisial R, lantaran R sering mengejeknya.

‎”Menurut anak saya, perkelahian terjadi karena R sering mengejeknya,” ujar IN.

‎IN juga mengungkapkan, menurut cerita sang anak, insiden perkelahian antar siswa sering terjadi di SMP Muhammadiyah III Wonosobo. Lebih lanjut dia mengungkapkan selain perkelahian, para siswa juga kerap mengganggu dan berbuat jahil terhadap para siswi, bahkan sampai meng***cin** tas para siswi.

‎Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah III Wonosobo Tanggamus, Subardi, saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, mengakui dua siswi dalam video yang terlibat perkelahian tersebut merupakan siswi sekolah yang dipimpinnya.

‎”Iya, memang siswa kami. Kejadiannya terjadi sebelum bagi raport, sebelum guru-guru sampai di kantor,” ujar Subardi.

‎Dia juga mengaku pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan dewan guru dan pimpinan Muhammadiyah untuk memanggil kedua siswi dan orang tua mereka,” ucapnya. (Tomi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA