x

‎Siswa Penyandang Rungu Uji Coba UKBI Adaftif yang Digelar Balai Bahasa Provinsi Lampung

waktu baca 2 minutes
Jumat, 10 Okt 2025 10:36 0 293 admin

‎Bandar Lampung (LB): Sejumlah siswa penyandang tunarungu beserta guru pendamping mengikuti uji coba Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif bagi penyandang disabilitas rungu yang digelar Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) bekerja sama dengan SLBN PKK Provinsi Lampung di Ruang Rapat Sai Batin BBPL, Rabu (9/10/2025).

‎Kegiatan uji coba ini bertujuan mengukur kemampuan berbahasa Indonesia penyandang disabilitas rungu sekaligus menyesuaikan sistem UKBI agar lebih ramah dan inklusif sebagai upaya mewujudkan layanan kebahasaan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

‎Melalui kegiatan ini, BBPL berharap dapat memberikan ruang yang sama bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pengakuan kompetensi kebahasaan mereka secara resmi dan terstandar nasional.

‎Kepala Subbagian Umum BBPL, Rima Ulfayanti, S.H., M.H., menyampaikan pelaksanaan uji coba ini merupakan tahapan awal menuju penyelenggaraan UKBI yang inklusif.

UJI COBA UKBI. Balai Bahasa Provinsi Lampung menggelar uji coba Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi penyandang disabilitas rungu yang diikuti sejumlah siswa SLBN PKK Provinsi Lampung, Rabu (8/10/2025).

‎“Melalui uji coba ini, peserta tunarungu mendapat kesempatan yang sama untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia mereka secara resmi dan terstandar. Kami ingin memastikan layanan kebahasaan negara dapat diakses semua kalangan,” ujarnya.

‎Dia juga menyampaikan uji coba UKBI Adaptif ini merupakan bentuk komitmen Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Lampung dalam menghadirkan layanan kebahasaan yang inklusif. Selain meningkatkan akses penyandang disabilitas terhadap layanan bahasa, kegiatan ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi inklusif sebagai bagian dari pembangunan bangsa.

‎Selama pelaksanaan uji coba, tim pelaksana UKBI menguji efektivitas sistem adaptif dengan berbagai penyesuaian teknis, misalnya instruksi audio digantikan dengan video bahasa isyarat dan teks pendukung sehingga peserta dapat memahami perintah dan soal dengan lebih mudah.

‎Selain itu, tim juga mengumpulkan umpan balik dari peserta dan guru pendamping yang akan menjadi dasar penting dalam penyempurnaan sistem UKBI inklusif di masa mendatang.

‎Dalam kegiatan ini para peserta mengikuti tes UKBI secara daring dengan beberapa materi utama, antara lain kemahiran memirsa, merespons kaidah, kemahiran membaca, dan kemahiran menulis. Proses ujian berlangsung kondusif dengan pendampingan dari guru serta pengawasan dari tim BBPL.

‎Sementara itu, guru pendamping dari SLBN PKK Provinsi Lampung, Titin Puspitasari, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini membuka peluang siswa tunarungu berpartisipasi dalam ujian kebahasaan resmi.

‎“Kegiatan ini membuka peluang besar bagi siswa tunarungu untuk berpartisipasi dalam ujian kebahasaan resmi. Kami berharap program seperti ini terus dilanjutkan dan dikembangkan,” tuturnya. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA