Pesawaran (LB): Pengembang Perumahan Ghalia Cluster di Dusun Curup, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran bersikap arogan dan berlagak jagoan saat diprotes warga terkait limbah rumah tangga dari perumahan yang mengalir ke tanah warga.
Gaya bang jago ini menuai kecaman dan kekecewaan warga. Salah satunya disampaikan Kepala Dusun (Kadus) Curup, Ropiyudin, yang dengan tegas menolak tanah mereka dijadikan tempat pembuangan limbah. Dia juga mengaku kecewa dan mengecam pihak pengembang yang terkesan tidak mendengarkan keluhan warga.
” Jika pengembang punya inisiatif, seharusnya disegerakan membuat aliran limbah, sekarang warga tidak mengizinkan tanah mereka dialiri air limbah rumah tangga,” tegas Ropiyudin, Senin (28/4/2025).
Dia juga menegaskan sebagai perwakilan warga, ia hanya menyampaikan keluhan masyarakat. Selain masalah limbah, ucapnya, warga juga mempertanyakan komitmen pengembang dalam menyediakan fasilitas umum, termasuk tempat pemakaman umum bagi warga perumahan.
”Ini kan bisnis, jadi harus menyediakan fasilitas yang layak. Warga sangat kecewa atas sikap pengembang yang terkesan merendahkan masyarakat,” ucap Ropiyudin.
”Siapa yang di belakang Pak Kadus? Saya enggak takut! Kalau mau tutup, tutuplah siring itu,” ucap Ropiyudin menirukan gaya arogan Indra.
Menurut Ropiyudin, ucapan tersebut dinilai sebagai bentuk arogansi dan ketidakpedulian pengembang terhadap keluhan warga yang memicu kekecewaan.
Menanggapi hal ini, Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Gedong Tataan, Sobri, menegaskan kehadiran perumahan seharusnya membawa manfaat dan jangan sampai merugikan warga.
”Ini panggilan hati kami sebagai kontrol sosial. Masyarakat jangan dirugikan, harusnya ada manfaat yang dapat dirasakan. Kami akan kawal kasus ini sampai keluhan warga ditindaklanjuti, bahkan jika harus ke dinas terkait,” katanya. (tim)
Tidak ada komentar