Pemprov Lampung

Panen Udang di Tulang Bawang, Gubernur Arinal Dorong Pertambakan di Lampung Bangkit dan Berjaya Kembali

25
×

Panen Udang di Tulang Bawang, Gubernur Arinal Dorong Pertambakan di Lampung Bangkit dan Berjaya Kembali

Sebarkan artikel ini

Tulang Bawang (LB): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan panen udang dan menyerahkan bantuan excavator serta kincir air untuk petani udang di Dipasena, Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Senin (13/11/2023).

Pada kunjungan kerja ke Kabupaten Tulang Bawang ini, Gubernur Arinal menyambangi para petani udang Dipasena yang tergabung dalam Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung).

Gubernur bersama para petani udang melakukan panen udang secara parsial di blok Dipasena Makmur. Gubernur juga menyerahkan bantuan 1 unit excavator dan 70 unit kincir air dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kepada para petani udang.

Menurut Gubernur, salah satu potensi unggulan Provinsi Lampung adalah tambak udang yang berkembang sejak 1980 sehingga Provinsi Lampung pernah menduduki peringkat nomor 1 (satu) produksi udang nasional, yaitu saat pola kemitraan PT. Dipasena Citra Darmaja dan PT. Central Pertiwi Bahari berjalan baik.

“Namun, saat ini produksi udang Lampung menduduki posisi ke 5 di Indonesia. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah senantiasa mencarikan upaya agar pertambakan di Lampung khususnya Bumi Dipasena ini bisa bangkit dan berjaya kembali,” ucap Gubernur.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Gubernur mengatakan beberapa dukungan infrastruktur yang cukup besar sudah berhasil dilakukan Pemerintah, seperti rehabilitasi jalan dari Simpang Penawar sampai Bumi Dipasena yang semula waktu tempuh 4 jam menjadi sekitar 1 jam. Begitu juga dengan kebutuhan listrik di Bumi Dipasena sudah menjangkau sampai petakan tambak dengan voltase penuh.

“Dalam hal bantuan sarana prasarana budi daya tambak, pemerintah sebelumnya juga telah memberikan bantuan berupa 5 unit Exavator, 1 unit Dredger, 125 kincir air, serta 10 unit pompa air,” tuturnya.

Menurut Gubernur, salah satu masalah besar lainnya adalah persoalan legalitas tanah yang saat ini sedang dilakukan upaya baik oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak masyarakat mengikuti Program Kartu Petani Berjaya (KPB) untuk memudahkan pelaku usaha, baik pertanian, peternakan dan perkebunan dalam memperoleh permodalan, mendapatkan sarana dan prasarana budi daya dan pemasaran hasil usaha.

Sementara itu, Ketua P3UW Lampung Suratman, menyatakan sebelumnya telah dilakukan pertemuan di Kantor Sekretariat Presiden dengan mengundang semua pihak sehingga semua persoalan telah terselesaikan.

“Semua sektor diundang, termasuk kami, insya Allah sudah clear, jadi lahan ini sebenarnya punya Pemerintah tapi kanalnya yang membuat adalah perusahaan dalam hal ini milik CPP, yakni seluas 1.490 ha, dan sekarang sudah diserahkan kepada Pemerintah, dan itu nol rupiah,” ungkap Suratman.

Menurut Suratman, selesainya persoalan ini juga berkat dorongan Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Provinsi, sehingga masalah ini dapat selesai dengan baik.

“Pak Gubernur memfasilitasi kami, termasuk persoalan status tanah ini juga berkat dorongan beliau sehingga sudah clear. P3UW Lampung berkomitmen selalu bersinergi, bekerja sama dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk membangun Dipasena,” ungkapnya.

Pj. Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Hanan A. Rozak dan Gubernur Lampung atas sumbangsih dan motivasi yang telah diberikan kepada para petani udang di Dipasena.

Qudrotul menerangkan saat ini Kabupaten Tulang Bawang memiliki tagline “Udang Manis”. Hal tersebut dikarenakan Tulang Bawang memiliki potensi 14.000 hingga 16.000 hektar tambak yang menghasilkan udang dan rasanya manis, hamparan tambak tersebut bahkan merupakan yang terluas di Asia Tenggara, begitu juga dengan kebun tebu yang luasnya dua kali lipat luas Jakarta.

“Maka kami berharap Tulang Bawang ke depan dengan potensi udangnya bisa semakin mengangkat kehidupan, perekonomian, dan derajat masyarakat Kabupaten Tulang Bawang,” Qudrotul berharap.

Dalam kunjungannya kali ini, Gubernur Arinal sempat meninjau SMK Negeri Rawajitu Timur yang memiliki jurusan multimedia, otomotif, dan akuntasi seperti SMK serta jurusan Budi Daya Perikanan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur didampingi Kepala SMKN Rawajitu Timur, Elisa Sri Laksmi, melihat budi daya ikan lele melalui media kolam bioflok, yakni sistem budi daya ikan yang mendaur ulang limbah nutrisi menjadi makanan ikan. Di SMK tersebut juga terdapat beberapa kolam lainnya, termasuk kolam budidaya udang. (kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *