BANDAR LAMPUNG (LB): Dituduh melakukan penculikan terhadap putri kandungnya yang berinisial MTR (10), siswi kelas 5 SDN Kamplas Abung Barat, Lampung Utara, Pendi (33) menegaskan tuduhan tersebut tidak benar dan mengaku siap bertanggung jawab.
Pendi mengatakan bahwa dia menjemput MTR di sekolahnya di SDN Kamplas dan membawanya pulang ke rumahnya di Bandar Lampung tanpa ada paksaan, melainkan karena kemauan putri kandungnya tersebut yang mengaku rindu dan ingin ikut dengan ayah kandungnya.
Menurut Pendi, dia datang ke sekolah anaknya tersebut karena sebelumnya sang putri menghubunginya melalui telepon. Putri kandungnya tersebut, ujar Pendi, mengaku kangen dan ingin bertemu ayahnya.
“Saya jemput anak kandung saya sekolahnya pada Rabu, 10 Agustus 2022 lalu. Dia memang ingin ikut atas kemauannya sendiri, tidak pernah saya paksa. Saya jemput juga karena dia yang minta dijemput, katanya kangen. Saya juga pamit kepada pihak sekolah yang menyaksikan langsung putri saya bertemu dengan saya,” ucap Pendi saat berkunjung ke Kantor Redaksi lampungbarometer.id, Minggu (28/8/2022).

TAMPAK Pendi bersama anak kandungnya saat berkunjung ke redaksi lampungbarometer.id, Minggu (28/8/2022).
Terkait beredarnya kabar dugaan penculikan dan menyudutkan pihak sekolah, Pendi mengatakan bahwa pihak sekolah telah melakukan konfirmasi dengan meminta indentitasnya dan telah menanyakan langsung kepada MTR. Saat itu, di hadapan gurunya MTR mengatakan bahwa yang menjemput adalah benar ayahnya. MTR juga mengatakan memang ingin bertemu karena rindu dengan sang ayah, sehingga pihak sekolah akhirnya mengizinkannya untuk membawa MTR dari sekolah.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak SDN Kamplas yang telah mengizinkan saya membawa putri saya MTR. Saya adalah ayah kandungnya dan MTR adalah darah daging aya. Sebagai orang tua, saya meyakini bahwa guru-guru di SDN Kamplas memahami bagaimana seorang ayah mencintai putrinya serta bagaimana seorang anak perempuan yang merindukan ayahnya,” ungkap Pendi.
“Jadi saya sudah izin, bukan menculik atau lain sebagainya seperti isu yang beredar. Saya juga telah menyatakan kepada pihak sekolah bahwa saya siap bertanggung jawab terhadap hal ini. Saya juga siap bertanggung jawab segala tuntutan dari pihak mantan istri saya tanpa melibatkan atau membebani pihak sekolah,” imbuhnya.
Selanjutnya Pendi juga menegaskan terkait isu dan kabar yang beredar tentang dugaan penculikan yang dituduhkan oleh pihak mantan istrinya, dia siap bertanggung jawab, bahkan jika harus menempuh jalur hukum melalui pengadilan.
“Sekali lagi saya katakan, saya tidak menculik siapapun. Saya hanya menjemput putri kandung saya. Pihak sekolah juga telah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai orang tua di sekolah. Saya memastikan anak saya MTR dalam keadaan sehat dan baik-baik saja bersama kami di sini. Kemudian sebagai ayah saya siap menafkahi anak-anak saya,” ujarnya.
Lebih lanjut Pendi juga menceritakan sekitar setahun lalu dia dan mantan istrinya Emi Purwati berpisah, namun belum cerai secara resmi. Mereka telah dikaruniai tiga orang anak, yakni MTR (10), RN (6) dan MLD (3). Setelah kedua orang tuanya berpisah, awalnya MTR tinggal bersama ayahnya di Bandar Lampung, sedangkan dua adiknya ikut bersama ibunya di Lampung Utara.
Menurut Pendi, selain karena permintaan MTR yang ingin bersama ayahnya, Pendi juga juga mengaku akan mengasuh dan merawat putri kandungnya tersebut karena mengetahui jika mantan istrinya (ibu MTR) telah menikah lagi dengan pria lain. (Tim)
Tidak ada komentar