x

Darurat Kebudayaan Lampung, Seniman Gelar Aksi Tuntut Hapus Pungli di Taman Budaya Lampung

waktu baca 2 minutes
Rabu, 1 Des 2021 14:25 0 194 Admin

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Para seniman dan pelaku seni di Lampung, melalui Forum Peduli Pemajuan Kebudayaan Lampung (FPPKL), menuntut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menghapus biaya sewa Gedung Teater di Taman Budaya Lampung karena dianggap sebagai pungutan liar.

Hal itu disampaikan Koordinator Aksi Alexande GB saat menyampaikan orasinya dalam aksi yang digelar di depan Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Rabu (1/12/2021).

“Sudah berpuluh tahun UPTD Taman Budaya Lampung melakukan pungli (pungutan liar, red) kepada para pelaku seni di Lampung. Para pelaku dan penggiat seni dipungut biaya sewa gedung dan biaya-biaya lain jika akan pentas menggunakan gedung teater di Taman Budaya Lampung. Oleh sebab itu, kami minta kepala dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lampung untuk segera mengambil tindakan yang berpihak kepada para seniman,” ujar GB.

Dia juga mengatakan tuntutan ini adalah murni demi membangun proses kreatif di Provinsi Lampung.

KOORDINATOR Aksi sekaligus Koordinator FPPKL Alexander GB saat di temui wartawan usai aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Rabu (1/12/2021).

Aksi ini kami gelar untuk menyuarakan jeritan para pelaku seni di Lampung yang selama ini tidak didengar pemerintah,” ujarnya.

FPPKL yang merupakan gabungan seniman dan komunitas seni di Lampung, di antaranya Komunitas Berkat Yakin (KoBer), UKMBS Unila, UKMF KSS, Klasika UIN Raden Intan dan beberapa komunitas seni mahasiswa lainnya.

Aksi damai ini merupakan buntut dari seruan Boikot Taman Budaya Lampung yang disuarakan tokoh seni dan budayawan Lampung Ari Pahala Hutabarat.

Sebelumnya diberitakan tokoh seni; Sastrawan dan Sutradara yang juga Budayawan Ari Pahala Hutabarat (APH) menyoroti kerja dan peran UPT Taman Budaya Lampung yang dianggap tidak berpihak terhadap proses dan perkembangan seni di Provinsi Lampung.

Kepada media ini Rabu (23/11/2021), Ari Pahala mempertanyakan kinerja UPTD Taman Budaya Lampung yang dianggapnya belum serius dalam mendukung proses kreatif dan perkembangan seni Lampung.

APH juga menyoroti biaya sewa gedung Teater Tertutup Taman Budaya yang nilainya jutaan rupiah.

“Jika kondisinya masih seperti ini, saya serukan kepada seluruh pelaku seni di Lampung, khususnya Komunitas Berkat Yakin dan semua komunitas teater yang selama ini jalan bersama-sama membesarkan nama Lampung untuk memboikot Taman Budaya Lampung. Tidak perlu ada hubungan lagi dengan Taman Budaya Lampung dalam bentuk apapun,” tegasnya. (Her/AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Desember 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
LAINNYA