x

Langsung Gaspol, Kadispar Pesawaran Targetkan PAD dari Sektor Wisata

waktu baca 3 minutes
Selasa, 21 Sep 2021 23:19 0 169 Admin

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Baru sekitar sepekan menjabat, usai dilantik pada Senin (13/9/2021) lalu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa, S.Sos., M.M. langsung tancap gas agar destinasi wisata bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Pesawaran.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/9/2021) kepada lampungbarometer.id, dia mengatakan telah menginstruksikan jajarannya di semua bidang agar bekerja maksimal sebagai tim untuk mencari solusi bagaimana destinasi wisata Pesawaran memberikan dampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Sesuai dengan instruksi Bapak Bupati, kita harus gerak cepat menemukan formula yang tepat agar destinasi wisata yang ada bisa memberikan PAD bagi Kabupaten Pesawaran,” ungkap Kepala Dinas yang pernah berprofesi sebagai wartawan ini.

Lebih lanjut dia menyampaikan, menindaklanjuti instruksi Bupati tersebut, dia sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Pariwisata agar bekerja maksimal sebagai tim, bukan per bidang apalagi personal. Targetnya adalah harus ada PAD yang masuk dari sektor pariwisata.

DESTINASI Wisata Embung Desa Purworejo, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran. (Foto: lampungbarometer.id)

“Saya ada beberapa kepala bidang sebagai pelaksana teknis, di antaranya Kabid Perencanaan dan Pengembangan Destinasi, Kabid Promosi, Kabid Ekonomi Kreatif, Kabid Kelembagaan. Kalau memang ada Kabid yang merasa tidak mampu, saya silahkan untuk mundur. Kita harus menerima masukan walaupun pahit demi kemajuan Kabupaten Pesawaran,” tegas Kepala Dinas.

Dia juga mengaku telah menyampaikan kepada jajarannya untuk menanamkan pola pikir bagaimana dengan anggaran yang sangat minimal tapi kerja pengembangan pariwisata tetap bisa berjalan.

“Jadi kita tanamkan mindset bagaimana dengan anggaran yang sangat minimalis tetap bisa melakukan pengembangan destinasi wisata ini. Kuncinya dinas harus bekerja sama dengan pengelola destinasi wisata. Inilah tantangannya, jadi pemerintah melalui Dinas Pariwisata harus mengambil peran supaya destinasi wisata semakin berkembang. Kita dorong mereka untuk bergeliat. Sebaliknya pengelola destinasi juga harus berperan dalam pembangunan. Jadi ada simbiosis mutualisme antara pemerintah dan pengusaha wisata,” katanya.

Menurut mantan Kepala Dinas Dukcapil ini, secara sederhana untuk saat ini ada tiga target yang harus dicapai di bidang pariwisata, yaitu: pertama bagaimana destinasi yang ada bisa menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Pesawaran. Kedua, ada geliat ekonomi dan ketiga, meningkatnya ekonomi masyarakat.

“Secara sederhana, sebetulnya tiga target tersebut yang harus kita capai. Jika hal itu sudah tercapai, nah baru jajaran Dinas Pariwisata bisa tidur nyenyak. Jika belum maka kita harus terus bekerja keras,” ujarnya menegaskan.

Kepada lampungbarometer.id, dia juga mengungkapkan kualitas destinasi wisata yang ada di Lampung tidak kalah dengan yang ada di Pulau Bali, tinggal bagaimana manajemen pengelolaannya sehingga destinasi wisata Pesawaran betul-betul menjadi tujuan para wisatawan.

“Saya lahir dan besar di Bali sehingga cukup paham kualitas destinasi wisata di sana. Kabupaten Pesawaran tidak kalah dengan Pulau Bali bahkan lebih baik, tinggal bagaimana mengelolanya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah dan pengusaha wisata harus saling mendukung. Jangan sampai pemerintah daerah hanya bertugas membuat regulasi, mendorong pengembangan wisata, dan lain-lain tapi tidak ada PAD yang masuk.

“Target kita adalah PAD dari bidang pariwisata Ini semua demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (Firdaus/AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
LAINNYA