JAKARTA (lampungbarometer.id): Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Ganip Warsito meninjau empat titik di wilayah DKI Jakarta untuk memastikan PPKM Darurat hari pertama berlangsung baik.
Peninjauan hari pertama PPKM Darurat ini dimulai dari pelaksanaan vaksinasi massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Sigit memberikan motivasi kepada para petugas yang terdiri dari TNI-Polri serta petugas Dinas Kesehatan dan relawan.
“Target yang dicapai sekitar 20.000 vaksinasi yang di GBK dengan melibatkan personel TNI maupun Polri. Ada 320 orang yang tergabung dalam 80 tim vaksinator,” kata Sigit.
Tinjauan kedua yakni, pelaksanan vaksinasi di Kantor RW 02, Pasar Rajawali, Pademangan, Jakarta Utara yang ditargetkan 400 orang divaksinasi.
“Kami mengerti tenaga kesehatan di lapangan merasa lelah, capek, namun kami tetap semangat untuk memberantas virus Covid-19 ini. Tetap semangat serta tetap rutin mengonsumsi vitamin demi menjaga kondisi kesehatan kita dintengah situasi yang padat ini,” ujar Hadi.

KAPOLRI Jenderal Pol. Listyo Sigit Pranowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNPB Ganip Warsito meninjau empat titik di DKI Jakarta untuk memastikan PPKM Darurat hari pertama berlangsung baik, Sabtu (3/7/2021).
Selanjutnya rombongan bergerak menuju pelaksanaan PPKM Mikro di wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat. Pada kesempatan itu, Sigit melihat langsung kesiapan petugas, kelengkapan alat kesehatan dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien.
“Babinsa dan Bhabinkamtibas agar tetap menjaga sinergitas yang telah terjalin dan memperkuat PPKM Mikro di wilayah Tegal Alur, tetap memakai masker saat melaksanakan kegiatan meskipun sudah melaksanakan vaksin,” ucap eks Kapolda Banten tersebut.
Kunjungan terakhir, yakni melihat langsung proses penyekatan untuk membatasi pergerakan dan mengendalikan mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat di Kalideres, Jakarta Barat.
Terkait penyekatan itu, Sigit mengimbau petugas melakukan sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaannya.
“Anggota yang bertugas di lapangan agar diberi juga pengetahuan mengenai PPKM Darurat ini sehingga tidak terjadi kekeliruan antara masyarakat dan petugas di lapangan,” tutur mantan Kabareskrim Polri ini.
Selama PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali Korlantas Polri menyekat 407 lokasi dan membagi penyekatan menjadi wilayah-wilayah pembatasan mobilitas dan pengendalian mobilitas. (red)
Tidak ada komentar