x

Bocah Kelainan Jantung Asal Tulang Bawang Butuh Perhatian Pemerintah

waktu baca 3 minutes
Senin, 28 Jun 2021 18:16 0 131 Admin

TULANG BAWANG (lampungbarometer.id): Alami bocor jantung sejak lahir, Fairul Alziki Bin Asrul Waton (14 bln), balita asal Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, butuh bantuan biaya pengobatan.

Anak pertama pasangan Asrul Waton dan Marheti ini mengalami kebocoran jantung sejak lahir. Kedua orang tuanya sudah berusaha maksimal untuk mengobati Fairul namun belum juga sembuh. Baru-baru ini Fairul di bawa ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta oleh orang tuanya, tapi belum juga mendapatkan tindakan dari pihak rumah sakit tersebut.

Perli salah satu paman bocah malang ini menuturkan merasa pilu dan sedih melihat keadaan keponakannya yang mengalami kebocoran jantung sejak lahir tersebut.

”Kami keluarga sudah berusaha mengobati keponakan saya tersebut. Bahkan baru-baru ini dibawa berobat ke Jakarta, ke Rumah Sakit Harapan Kita,” ujar Perli, Senin (28/6/2021).

Saat tiba di Jakarta, ujar Perli, mereka mendaftar sesuai dengan aturan. Oleh pihak rumah sakit Fairul mendapat jadwal Tanggal 16 Juni untuk tindakan operasi, dan Fairul harus menjalani puasa terlebih dahulu.

Menurut Perlu, sesuai jadwal pengobatan yang telah ditentukan pihak rumah sakit, maka keluarganya membawa keponakannya tersebut. Tapi oleh pihak rumah sakit, jadwal ditunda dengan alasan ruang ICU penuh, dan dijadwalkan lagi pada 18 Juni 2021.

”Saat tiba tanggal sesuai jadwal ulang yang sudah ditentukan pihak rumah sakit untuk kedua kalinya, hati terasa teriris perih karena pengobatan keponakan saya ditunda lagi. Alasan pihak Rumah Sakit Harapan Kita, saat ini masih dalam keadaan Covid-19, untuk jadwal berikutnya belum bisa ditentukan kapan pihak rumah sakit memberikan tindakan pengobatan untuk Fairul Alziki,” ujar Perli.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via telepon, ayah bocah malang tersebut, Asrul Waton, membenarkan bahwa sudah dua kali jadwal operasi diundur. Pertama, pihak Rumah Sakit Harapan Kita berdalih ruang ICU penuh dan yang kedua alasan Covid -19.

“Benar sudah dua kali dijadwalkan tapi diundur terus, padahal anak saya sudah disuruh puasa setiap jadwalnya. Kami sudah 21 hari di Jakarta dan belum dapat kepastian jadwal pengobatannya dari Rumah Sakit Harapan Kita. Biaya hidup dan sewa kontrakan di sini mahal dan kami sudah kehabisan uang, jadi kami memutuskan pulang ke Lampung,” ungkap Asrul sedih.

Asrul mengatakan pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan Pemkab Tulang Bawang dan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan sekaligus memfasilitasi pengobatan bagi Fairul Alziki, supaya dapat segera ditangani pihak Rumah Sakit Harapan Kita.

“Semoga Rumah Sakit Harapan Kita segera menjadwalkan pengobatan anak kami. Kami berharap dia bisa sehat seperti anak pada umumnya, karena kalau lagi kambuh jari dan bibirnya membiru dan napasnya susah. Oleh karena itu, kami mohon doa dan bantuan semua pihak, khususnya Pemkab Tulang Bawang (Bunda Winarti) dan pihak rumah sakit agar segera menjadwalkan mengobati anak kami Fairul,” ujar Asrul memelas. (Herdi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA