MAPOLSEK Candipuro Lampung Selatan hangus dibakar warga, Selasa (18/5/2021) malam. Unjuk rasa yang berakhir anarkis ini dipicu kekecewaan warga atas kinerja Anggota Polsek Candipuro yang dianggap kurang maksimal dalam menangani tindak kriminal pembegalan dan pencurian sepeda motor di kecamatan itu.
Ada kisah heroik “Dua Sersan” anggota Koramil Sidomulyo; Serda Irwan Riyanto dan Serda Nur Hidayat, terselip dalam peristiwa ini. Laksana adegan di film-film action Holywood, dua prajurit berpangkat Serda ini menjadi tokoh protagonis “jagoan” dalam peristiwa ini.
Laiknya karakter Batman Dan Robin yang diperankan George Clooney dan Chris O’Donnell dalam Film Batman & Robin yang diproduksi negerinya Paman Sam dan disutradarai Joel Schumacher, dua sersan ‘jagoan’ Anggota Koramil 421-07/Sidomulyo itu bahu membahu bergerak cepat, menerobos kobaran api dan ribuan massa yang mengepung Mapolsek Candipuro pada Selasa (18/5/2021) malam, selepas Isya yang mengerikan itu.
Dalam situasi yang sangat darurat, dengan bertaruh nyawa mereka bergegas masuk ke dalam Kantor Polsek Candipuro ketika massa bersiap membakar kantor Polsek itu. Di dalam kantor, kedua prajurit ini mendapati tiga anggota Polsek Candipuro terjebak kepungan massa dan tidak bisa keluar, salah satu berpakaian dinas.
Naluri tentara yang selalu siap berkorban untuk rakyat demi menjaga marwah bangsa dan negara, menuntun dua anggota Koramil 421-07/Sidomulyo, Kodim 0421/Lampung Selatan itu segera mengambil keputusan; menyelamatkan anggota Polsek dengan memintanya menyelamatkan diri lewat belakang.

ANGGOTA Koramil 421-07 Sidomulyo, Kodim 0421/LS bersama warga dan menghalau massa yang anarkis membakar Mapolsek Candipuro, Selasa (18/5/2021). (Foto: Liputan4.com/net)
Tidak hanya itu, Serda Irwan juga menuju gudang penyimpanan senjata dan mengamankan 2 pucuk senjata laras panjang jenis SS1 beserta delapan amunisi dalam magazin. Di luar kantor, saat itu ribuan warga pengunjuk rasa yang tersulut emosi mulai bertindak anarkis. Teriak para pengunjuk rasa yang murka, menggelegar memecah sepi malam.
Lalu pada detik selanjutnya, kobaran api menyala-nyala membubung di langit Candipuro. Kantor Polsek terbakar, langit Candipuro merah kelam malam itu, menulis sejarah di Gerbang Sumatera perihal markas polisi yang menjelma arang dan abu dilalap murka dan amarah warga yang kalap.
***
Serda Irwan menceritakan kisah heroik ini bermula ketika pada Selasa malam yang kelam itu dia mendapat informasi dari warga Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro yang menjadi desa binaannya bahwa ada gerakan massa ke Polsek Candipuro.
Informasinya, pergerakan massa ini berpilin erat dengan cerita pencurian dan begal sepeda motor yang marak di Kecamatan Candipuro.
Menerima informasi tersebut, Sang Prajurit langsung bergegas. “Selanjutnya saya ditelepon oleh Serda Nur Hidayat yang menginformasikan jika massa sudah berkumpul sekitar 200-an orang dan saya diminta segera ke Polsek Candipuro. Dari Koramil Sidomulyo saya berangkat ke Polsek Candipuro, saat itu massa sudah bertambah sekitar 400-an orang dan terus bertambah hingga 1.000-an orang,” tutur Serda Irwan.
Lebih lanjut dia menceritakan bersama Serda Nurhidayat menembus rapatnya massa pengepung untuk bisa masuk ke dalam kantor Polsek Candipuro. Di dalam, mereka menemui tiga anggota Polsek yang terjebak dalam kepungan massa, salah satunya berpakaian dinas yang dia kenal bernama Bripka Ardi. Pada saat bersamaan, massa pengepung semakin banyak, hingga lebih 1.000 orang.
Serda Irwan mengisahkan, massa yang makin beringas mulai berteriak, bakar! bakar! Melihat kondisi tersebut, dengan sigap dan hitung-hitungan matang dia meminta massa untuk bersabar menunggu Kapolsek. Ketika itu, salah satu warga menjawab memberikan waktu 10 menit.
“Sabar Pak sabar, kita tunggu Bapak Kapolsek. Dan salah satu warga menjawab, ‘Kita tunggu 10 menit lagi’,” ungkap Serda Irwan.
Selanjutnya Serda Irwan menceritakan, kepada anggota Polsek yang berada di dalam kantor dia menanyakan apakah di dalam Mapolsek ada senjata.
“Bang di dalam Polsek ini ada senjata atau tidak? biar saya ambil. Dan dijawab oleh Bripka Ardi, ada. Langsung saya ajak Bripka Ardi membuka gudang dan saya ambil 2 pucuk senjata laras panjang yang ada di sana, sedangkan Bripka Ardi yang berpakaian dinas saya minta keluar lewat belakang Polsek. Saat saya keluar sambil membawa senjata, massa kian beringas dan mulai melempar batu ke arah mapolsek sambil berteriak bunyikan senjata! Saat itu saya jawab senjata sudah ada di Babinsa dan tidak akan berbunyi,” ujar Serda Irwan.
Selanjutnya, menurut Serda Irwan, dia melihat sebagian massa bergerak ke belakang Kantor Polsek. Menyaksikan situasi itu, dia langsung mengajak Kepala Desa Sidoasri, Samsul, yang juga berada di lokasi turut mengawasi warga, untuk mencegah massa berbuat anarkis di perumahan Polsek.
“Saya sampaikan kepada massa bahwa di dalam perumahan ini ada anak-anak dan ibu-ibu kalau dibakar nanti mereka mati di dalam. Massa yang semakin kalap berteriak Silahkan keluarkan dulu Pak! Saya jawab, jangan. Ingat anak kita, saudara kita, di dalam itu nyawa. Ayo balik! balik! Saya bersama Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama mencoba menghalau massa. Syukur, mereka pun balik kanan,” lanjut Serda Irwan mengisahkan.
Belum selesai. Dalam waktu yang nyaris bersamaan, selanjutnya tentara berpangkat Serda ini coba mencegah massa yang hendak membakar kendaraan dinas Polsek Candipuro; mobil Feroza milik Kapolsek, sepeda motor Yamaha Nmax, Honda Revo serta Yamaha Vixion yang terparkir di lingkungan Mapolsek. Beruntung, kendaraan dinas itu bisa diselamatkan.
Namun, massa semakin tidak terkendali. Salah satu perwakilan massa menanyakan apakah di dalam ada tahanan. Kalau ada, mereka meminta Serda Irwan mengeluarkan lebih dulu. Mendapat pertanyaan itu, Serda Irwan segera masuk dan mengecek ruang tahanan, dan tidak mendapati ada tahanan di sana. Saat keluar usai mengecek tahanan, dia melihat massa sudah mengumpulkan kayu.
Mendapati situasi genting seperti itu, lagi-lagi personel Koramil 421-07/Sidomulyo langsung berpikir dan bergerak cepat; berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir kemudian mereka bersama-sama menghalau massa yang kian beringas.
“Pak tolong saya, mari kita halau massa ini. Kami lalu ramai-ramai berteriak silahkan bubar! Silahkan bubar! Saat itu, tiga truk Anggota Polres Lampung Selatan yang akan membubarkan massa sudah sampai di Desa Way Gelam. Akhirnya massa yang kian anarkis bisa dibubarkan. Saya juga meminta massa dan warga yang masih berkumpul di jalan agar segera pulang.”
Setelah situasi terkendali, senjata laras panjang SS1 yang sempat diamankannya, diserahkan kepada Komandan Unit Intel Kodim 0421/LS Letda Tatang. “Senjata yang sempat kita amankan, saya serahkan Kanit Intel Kodim Letda Tatang,” pungkasnya.
Secara terpisah, Serda Nur Hidayat juga menceritakan kisah yang tak kalah heroik. “Awalnya saya mendapat informasi dari Kepala Desa Beringin Kencana jika ada warga yang mau demo,” kata Serda Nur Hidayat membuka cerita.
Mendapat informasi tersebut, Serda Nur Hidayat segera menuju rumah kepala desa, tapi sesampainya di rumah kepala desa massa sudah bergerak menuju Markas Polsek Candipuro. Serda Nur Hidayat langsung menyusul ke Kantor Polsek Candipuro. Tiba Kantor Polsek Candipuro waktu sudah menunjukkan Pukul 22.00 WIB, saat itu massa yang berkumpul sudah sangat banyak.
“Saya langsung laporan kepada Danramil 421-07/Sidomulyo Kapten Kav. Henri Limbong. Lalu beberapa saat kemudian, Serda Irwan menghubungi saya dan menanyakan posisi saya dimana. Tidak berapa lama kemudian, dia datang ke Polsek. Lalu kami berusaha menenangkan massa supaya tidak anarkis. Namun, massa yang berjumlah lebih 1.000 orang tidak bisa dibendung dan terjadi aksi anarkis hingga pembakaran Kantor Polsek,” kata Serda Nur Hidayat menceritakan.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0421/LS Letkol Inf. Enrico Setyo Nugroho, S.Sos., M.Tr (Han) menegaskan setelah itu Kodim 0421/LS mengamankan TKP membantu Polri dan menyerahkan senjata yang diamankan Babinsa ke Polres Lampung Selatan serta mengimbau masyarakat agar tidak merusak fasilitas negara. (*/dbs/red).
Tidak ada komentar