x

Kadis Pariwisata Pesawaran: Pengembangan Pariwisata Butuh ‘Action’ Bukan Retorika Dan Debat Kusir

waktu baca 2 minutes
Senin, 5 Apr 2021 23:57 0 153 admin

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Pesawaran Elsyafrie Fahrizal, S.H., M.Si., meminta seluruh jajarannya fokus pada Program One Village One Destination (OVOD), salah satunya dengan menyukseskan pilot project destinasi wisata Desa Harapan Jaya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas dalam rapat dinas dengan seluruh staf dan jajaran Dinas Pariwisata di ruang rapat dinas tersebut, Senin (5/4/2021).

Dia juga memberikan batas waktu enam bulan kepada jajarannya untuk menyelesaikan pilot project “Desa Wisata” Desa Harapan Jaya.

KADIS Pariwisata Pesawaran Elsyafrie Fahrizal, S.H., M.Si. memimpin rapat pengembangan pilot project Pengembangan desa wisata, Senin (5/4/2021).

“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati saatnya kita bersama-sama action. Dalam waktu enam bulan segala hal untuk mendukung pilot project ini harus selesai. Sekarang bukan waktunya kita berbicara retorika dengan mengedepankan ego masing-masing. Bagi yang tidak siap dengan target-target ini saya persilakan membuat surat permohonan pindah tugas,” tegas Elsyafrie Fahrizal.

Dalam rapat ini, dia juga memotivasi seluruh jajaran di dinas yang dia pimpin untuk bekerja maksimal dan terukur demi mewujudkan Program One Village One Destination (OVOD) yang dicanangkan Bupati Dendi Ramadhona sebagai upaya pengembangan pariwisata di Bumi Andan Jejama.

“Saya minta semua kerja dilakukan terukur dan terdata, harus ada laporan secara dinas (nota dinas). Sekali lagi saya tekankan dalam waktu setengah tahun destinasi wisata desa itu sudah jadi,” ucap Kadis.

“Saat ini kerja kita masih panjang. Oleh sebab itu, bagaimana dengan low budget (biaya rendah) kita bisa memberikan yang terbaik dan maksimal,” ujar Elsyafrie.

Dia juga menyampaikan dalam upaya percepatan pembangunan destinasi wisata supaya menghasil PAD, Bidang Pemasaran Dinas Pesawaran sudah membuat scalling up dan desain pengembangan bidang pariwisata.

“Saat ini kita harus membuat desain yang semua orang harus patuh, desa, dinas dan semuanya. Desain yang sederhana tapi bisa jadi rujukan untuk semua program,” ucapnya.

Khusus untuk bidang ekonomi kreatif, Kepala Dinas meminta untuk bekerja profesional dan tidak mengedepankan perasaan.

“Ekraf, tolong bergerak dan lakukan saja. Kita harus profesional, ada keberpihakan ke sana. Tolong sense of sensitivity-nya (kepekaan, red). Ini adalah kerja tim, tidak bisa dilakukan sendirian,” pungkas Elsyafrie. (AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

April 2021
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
LAINNYA