PESAWARAN (lampungbarometer.id): Ribut Dianto (59) warga Dusun Way Layap 2, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran kehilangan mesin bajak miliknya.
Ditemui di rumahnya, Minggu (4/4/2021), Ribut mengatakan mesin bajak Quick Boxer G1000 Merk Kubota miliknya hilang pada Jumat (2/4/2021) malam. Kepada wartawan, dia mengatakan segera lapor kepada polisi.
“Besok saya akan lapor ke polisi,” ujar Ribut kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).
Kepada wartawan dia mengaku sangat sedih karena mesin bajak yang dia beli pada Tahun 2010 itu merupakan alat utama dalam mengerjakan sawahnya setiap musim tanam.

INILAH lokasi hilangnya mesin bajak petani Kebagusan. Akibat hilangnya mesin bajak tersebut, pekerjaan membajak jadi terbengkalai (Foto: lampungbarometer.id dibidik Minggu (4/4/2021)
“Mesin bajak itulah yang membantu keluarga kami sejak lebih 10 tahun lalu. Saya beli di Toko Istana Diesel Tanjung Karang sekitar Tahun 2010 dengan harga Rp18. 500.000. Sekarang mesin bajak saya hilang,” ungkapnya.
“Dulu saya beli langsung, tapi saya lupa faktur dan kwitansi pembelian bajak terselip dimana,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut dia menceritakan sejak pertama dibeli sekitar Tahun 2010, mesin bajak miliknya memang biasa ditinggal di sawah setiap musim tanam, dan selalu aman.
“Kalau musim tanam memang biasa saya tinggal di sawah, baru dibawa pulang kalau musim tanam beres. Selama ini aman-aman saja,” ucapnya.
Sementara itu salah satu anak korban, Hadi Sutrisno (28), saat meninjau lokasi sawah di Dusun Tempel Rejo, Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran, Minggu (4/4/2021), kepada wartawan mengungkapkan mesin bajak tersebut diperkirakan hilang pada Jumat malam.
“Kamis sore saya masih kerja ngebajak di petak bagian sana, Jumat saya pindah ke petak yang ini. Namun, Sabtu pagi saat saya mau manasin mesin, ternyata mesin bajak sudah nggak ada dan tinggal sasisnya. Saya langsung pulang dan lapor orang tua saya,” ujar Hadi di lokasi kejadian.
“Diperkirakan tersangka pencurian ini lebih dari 2 orang karena mesin itu sangat berat, kayaknya kalau 2 orang nggak keangkat,” ujar Hadi. (Doni)
Tidak ada komentar