BANDAR LAMPUNG – Ada yang menarik ketika Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pengawasan Tindak Pidana Korupsi (DPW GNP TIPIKOR) Provinsi Lampung bersilaturahmi dengan Kapolda Lampung, Kamis (22/10/2020) sore.
Dalam rombongan DPW GNP TIPIKOR Provinsi Lampung yang bersilaturahmi dengan Kapolda Lampung di Kamis petang yang cukup panas itu, turut serta seorang Jenderal Purnawirawan Bintang Satu, Brigjen Pol. (Purn) H. Wahju Daeny, S.H., M.H. yang penampilannya terkesan sangat sederhana untuk kelas seorang jenderal.
Mengenakan kemeja lengan panjang warna coklat, mantan Kapolda Sumatera Barat ini masih terlihat sehat dan enerjik di usianya yang sudah 67 tahun. Hebatnya lagi, meskipun sudah memasuki masa purna tugas, beragam kesibukan masih dilakoni; mulai dari konsultan dan penasehat perusahaan, aktivis sosial hingga menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Bandung.

BRIGJEN Pol (Purn) Wahju Daeny, S.H., M.H. menyanyi di salah satu cafe dan resto di Bandar Lampung untuk mengisi waktu dan melepas penat usai makan siang.
Dalam bincang-bincang santai selama perjalanan mengantar beliau ke salah satu hotel di Kota Metro usai mendampingi GNP TIPIKOR beraudiensi dengan Kapolda Lampung (beliau memilih menginap di Kota Metro karena bertepatan dengan menghadiri pernikahan salah satu keluarga), alumni Akpol ini memberikan pesan agar tetap sehat di usia lanjut.
“Jalani hidup dengan hepi apa adanya sesuai kemampuan, jangan memaksakan cara hidup di luar kemampuan kita, jangan mengambil yang bukan hak kita. Dan yang paling penting dekatkan diri kepada Allah. Minta apa yang kita butuhkan kepada Allah SWT. Mau jabatan, harta dan lain-lain, minta hanya kepada Allah, jangan minta kepada manusia. Karena Allah punya segalanya,” ujarnya dengan santai dan lembut.
Selain itu, dia juga mengatakan saat ini banyak orang terjebak dengan gaya hidup mewah, termasuk pejabat. Hal ini, ujar dia, turut berpengaruh pada tindak pidana korupsi yang kini semakin massif.
“Bayangkan kalau gajinya hanya sekian misalnya, tapi harus membayar cicilan yang jumlahnya lebih besar dari jumlah gaji hanya agar terlihat wah, sehingga akhirnya terpaksa korupsi. Jadi hiduplah sesuai kemampuan agar selalu hepi,” ujarnya.
Alumni Akpol 1975 ini juga berbagi cerita selama menjadi anggota Polri, ada 2 hal yang sangat ia jauhi dan pantang dilakukan. Pertama, merekayasa kasus dan kedua memeras.

KETUA Dewan Pembina DPP GNP TIPIKOR Brigjend Pol (Purn) Wahju Daeny, S.H., M.H. saat mendamping Ketua Umum GNP TIPIKOR Provinsi Lampung Dr. H. Abdurachman Sarbini, S.H. M.H., M.M. beraudiensi dengan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, M.Si.
“Dua hal itu sangat pantang bagi saya, merekayasa kasus dan memeras. Oleh sebab itu, sampai pensiun pun saya masih sehat, karena saya selalu hepi (happy) dan bersyukur dengan rezeki yang diberi Allah kepada saya,” katanya.
Jenderal purnawirawan yang pernah menempuh pendidikan di Belanda ini juga menceritakan tentang kegiatannya saat ini. Selain sibuk sebagai dosen di salah satu universitas di Bandung, dia juga menjadi penasehat beberapa perusahaan, dan bersama istri membuka rumah makan di Bandung untuk mengisi kesibukan.
“Saya sibuk sebagai dosen sedangkan istri mengelola rumah makan di Bandung. Karena istri orang medan dan muslim maka kita buka rumah makan, namanya Rumah Makan Muslim Medan. Kalau ke Bandung silahkan mampir,” tutur ayah dua anak ini ramah.
Ditanya terkait keterlibatannya di organisasi GNP TIPIKOR, dia mengatakan ingin mengabdikan sisa umurnya bagi Indonesia. Sebab menurut dia, saat ini tingkat korupsi di Indonesia sangat tinggi yang berimbas pada tingkat kemiskinan masyarakat. Oleh sebab itu, perlu peran masyarakat sebagai community policing, mitra pemerintah dalam mengawasi dan mencegah tindak pidana korupsi.
“GNP TIPIKOR adalah mitra pemerintah yang dibentuk untuk membantu mengawasi tindak pidana korupsi di Indonesia. Memang kita tidak punya kewenangan preventif penegakan hukum, tapi kita bisa melakukan preventif pencegahan,” ujarnya.
Menurut dia, ke depan GNP TIPIKOR akan mengadakan pelatihan-pelatihan bekerja sama dengan Polda untuk memberi pembekalan sehingga action GNP TIPIKOR dalam pencegahan tindak pidana korupsi benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
“Semoga GNP TIPIKOR ini bisa menjadi wadah bagi kita untuk berbuat baik dan berguna bagi orang lain,” pungkas Jenderal Purnawirawan bintang satu ini. (AK)
Tidak ada komentar