x

Mendikbud Minta Sekolah di Zona Hijau Jalankan Protokol Kesehatan dengan Ketat

waktu baca 2 minutes
Minggu, 12 Jul 2020 20:38 0 134 admin

JAKARTA (lampungbarometer.id): Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memungkinkan beberapa wilayah yang berada di zona hijau memulai kegiatan belajar secara tatap muka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta pihak sekolah tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat.

“Beberapa kabupaten/kota yang merupakan zona hijau menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nasional, dimungkinkan memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat,” kata Nadiem melalui keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).

Nadiem mengatakan pihak sekolah harus mempersiapkan protokol kesehatan dengan baik. Hal ini sebagai upaya memberikan rasa nyaman dan kepercayaan untuk para orang tua maupun siswa.

“Ini mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik,” katanya.

Nadiem mengatakan perlu persiapan yang matang untuk meyakinkan para orang tua terkait protokol kesehatan di sekolah sehingga proses pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau akan dapat terlaksana.

“Jadinya, sekolah-sekolah kalau mau membuka kembali pembelajaran tatap muka harus benar-benar meyakinkan semua orang tua bahwa protokol kesehatan di sekolahnya itu sudah sangat mapan,” ucapnya.

Meskipun demikian, Nadiem meminta para orang tua tidak memaksa anaknya untuk tetap pergi ke sekolah. Dia menyebut setiap orang mempunyai hak untuk memilih.

“Jadi, kita benar-benar harus memegang prinsip kebebasan memilih. Karena ini kan mengenai kesehatan masing-masing,” katanya.

Nadiem berharap pemerintah daerah dan kepala dinas terkait dapat mendukung rencana pembelajaran tatap muka di zona hijau ini. Kemendikbud, kata Nadiem, telah menyiapkan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar bisa digunakan untuk penyediaan protokol kesehatan.

“Jadi harapan kami adalah pemerintah daerah dan kepala dinas bisa benar-benar mendukung proses ini. Tentu Kemendikbud siap mendukung, salah satu caranya adalah tentunya sumber dayanya kita jadikan fleksibel,” ujar Nadiem.

“BOS yang sudah sampai ke rekening sekolah itu boleh digunakan secara fleksibel untuk persiapan protokol kesehatan. Ini benar-benar kita beri kebebasan anggaran bagi kepala sekolah,” katanya. (detik/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juli 2020
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
LAINNYA