Wisma Ilham 31 Mei 2018
Tenaga Penanggulangan Bencana (TAGANA) merupakan relawan sosial terlatih, berasal dari masyarakat dan peduli terhadap korban bencana alam maupun bencana lainnya. Keberadaan Tagana ditengah masyarakat telah mampu berperan sebagai front liner khususnya dalam penanggulangan bencana dan program perlindungan sosial lainnya. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung; Sumarju Saeni pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampunh dengan Kepala BPJS Perwakilan Lampung tentang Kepesertaan TAGANA Dalam BPJS Tenaga Kerja (30/05/2018) di Bandar Lampung. Menurut Sumarju, Tagana di Provinsi Lampung sebanyak 508 orang. Sampai dengan tahun 2018 telah melatih relawan ditingkat desa/kelurahan rawan bencana sebanyak 19 Desa dengan masing-masing desa dilatih sebanyak 60 orang dengan demikian sebanyak 1.140 orang. Kegiatan tersebut dikemas dalam satu kegiatan yang bernama Kampung Siaga Bencana (KSB). Tagana di Provinsi Lampung telah menunjukkan eksistensinya baik pada pra bencana, saat tanggap darurat maupun saat pasca bencana. “Atas kerja keras dan tanpa pamrih tersebut Pemerintah Provinsi Lampung atas prakarsa Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo memberikan jaminan BPJS Ketenaga Kerjaan selama satu tahun penuh” imbuh Sumarju. Disamping itu pada setiap bulannya Pemprov Lampung juga memberikan tambahan tali asih, karena tali asih yang utama diberikan kepada Kementerian Sosial RI. “Semoga perhatian Pemprov Lampung terhadap Tagana dapat bermanfaat khusunya dalam penanggulangan bencana” katanya. Menurut Tagana paling senior dari Pesawaran; Sutikno mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemprov Lampung terhadap Tagana. Bukan besar atau kecilnya yang kami hargai namun ini merupakan ujud nyata yang kongkrit seorang pimpinan terhadap anak buahnya. “Jujur saya salut dan penuh hormat kepada Gubernur Lampung (M.Ridho) yang telah memperhatikan kami sampaidengan resiko kecelakaannyapun telah dipikirkan” katanya. Sementara itu Kepala Cabang BPJS Ketenaga Kerjaan; Heri Subroto mengatakan mengingat risiko sosial ekonomi itu bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja dan terhadap siapa saja. Risiko sosial ekonomi itu seperti kecelakaan dan kematian, sehingga perlu ada satu alat pengaman, supaya kalau terjadi risiko sosial ekonomi tadi tidak akan mengganggu kesejahteraannya secara drastis.oleh karena itu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat penting. Selanjutnya dikatakan oleh Herry “mulai saat ini para Tagana se Provinsi Lampung telah ada jaminan resiko kecelakaan kerja.” Katanya.