x

Pendidikan Menengah Atas Butuh Pengembangan Kurikulum

waktu baca 2 minutes
Kamis, 10 Sep 2020 15:53 0 181 admin

Foto: Net

JAKARTA (lampungbarometer.id): Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menyampaikan Pendidikan Menengah Atas di Indonesia membutuhkan pengembangan kurikulum baru, terutama untuk pendidikan vokasi atau kejuruan yang bisa mencetak lulusan siap kerja.

Wikan menjelaskan untuk para siswa selain hardskill juga dibutuhkan softskill agar siap bersaing di dunia kerja. Misalnya, para siswa SMK akan menjalani magang minimal 1 semester.

“SMK sekolahnya 3 tahun minimal 1 semester magang, supaya softskillnya kuat dan kami saat ini sedang membuat kurikulum baru dan dirilis Maret 2021,” kata Wikan di Jakarta, Kamis (10/9/2020), seperti dikutip dari detikcom.

Dia mengungkapkan kurikulum ini nantinya bisa membuat siswa lebih simpel, fleksibel dan adaptif di dunia kerja. Wikan menyebut nantinya kurikulum juga tidak akan saklek, pihaknya akan membebaskan sekolah untuk mendetailkan kurikulum tersebut dengan link and match yang sesuai dengan industri.

Selain itu, ada juga program SMK ditambah 3 semester magang. Konsep ini nantinya akan membuat para siswa lebih banyak praktik dengan diawasi guru atau pelatih di tempat magang setara dengan lulusan D2.

“Ini akan lebih matang dan sudah punya sertifikasi. Ya contohnya bisa jadi ahli las di bawah air, upahnya itu US$ 500 per jam selama ini kan yang punya skill itu orang-orang luar negeri saja,” jelas dia.

Wikan juga menyebut para siswa saat ini harus meningkatkan jejaring dengan orang banyak, meluaskan jangkauan pertemanan, melakukan presentasi proyek hingga mempererat kerja tim hingga menerima perbedaan pendapat. (detik/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2020
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
LAINNYA