Tulang Bawang (LB): Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung menggagas program literasi digital untuk siswa.
Hal ini disampaikan M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S.Kom.,M.M. usai bertemu JMSI Lampung, Bupati Tulang Bawang di ruang kerja Bupati, Rabu (1/7/2027).
Ami Balaw, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya siap berdiskusi dengan merealisasikan gagasan literasi media yang ditawarkan JMSI Lampung.
“Pemkab Tulang Bawang akan mensupport setiap kegiatan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat bangsa dan negara. Diharapkan proposal kegiatan segera kami terima agar apa yang dimaksud bisa dikaji dan dibahas,” ucap Ami Balaw.
Terpisah, Sekretaris JMSI Lampung, Anton Kurniawan selaku penanggung jawab literasi digital, mengatakan proposal kerja tersebut akan segera disampaikan dalam waktu dekat.
Anton menjelaskan jika dapat terealisasi, kegiatan literasi digital ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap siswa. Sebab dalam program ini siswa akan mendapat pemahaman tentang etika menggunakan media sosial dalam menghadapi situasi global saat ini.
“Pengaruh negatif handphone dan media sosial cukup merusak tata kehidupan prilaku anak bangsa. Akibatnya gampang kena hoaks, terjebak judi online, prilaku bullying, penipuan hingga masalah kesehatan akibat pemakaian handphone yang berlebihan tanpa tahu bagaimana memanfaatkan digital dengan baik,” ujar Anton.
Dia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia 2025, Indeks Literasi Digital Indonesia 3.65/5. Masih banyak yang “tahu pakai, tapi tidak paham risikonya”.
“Skor Indeks Literasi Digital Indonesia 3,65 dari skala 5 menunjukkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital berada pada kategori tinggi. Namun, masih diperlukan penguatan, terutama pada aspek keamanan digital, kemampuan berpikir kritis terhadap informasi, perlindungan data pribadi, serta pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan beretika.”
“Program ini diharapkan dapat membantu guru dan orang tua menjaga anak bangsa dari dampak negatif handphone dan internet akibat informasi yang begitu deras di era digital saat ini,” pungkasnya. [**]
Tidak ada komentar