x

‎Kober Segera Pentaskan ‘Hilang Huma(n)’, Potret Krisis Ekologi di Atas Panggung Teater ‎

waktu baca 2 minutes
Selasa, 10 Feb 2026 11:05 0 446 admin

‎Bandar Lampung (LB): Komunitas Berkat Yakin (Kober) kembali bersiap menggebrak panggung pertunjukan. Kali ini, isu krusial mengenai lingkungan menjadi sasaran dalam karya terbaru yang bertajuk “Hilang Huma(n)”.

‎Pertunjukan ini disutradarai langsung Ari Pahala Hutabarat yang akan digelar di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Lampung, pada 15 – 16 Februari 2026.

‎Dalam diskusi hangat yang melibatkan Ketua Kober Alexander GB, aktor teater senior Yulizar Lubay, Direktur Walhi Lampung Irfan Tri, dan Analis kebencanaan BPBD Lampung Wahyu Hidayat, mengungkap pementasan ini bukan sekadar tontonan estetik, melainkan sebuah refleksi pedih atas krisis ekologi yang nyata.

‎Dalam diskusi tersebut, Alexander GB menekankan judul Hilang Huma(n) merupakan permainan kata yang mendalam. “Huma” dalam tradisi agraris adalah ladang atau rumah, sementara “Human” merujuk pada kemanusiaan itu sendiri.

‎”Ketika alam (huma) hilang karena eksploitasi, maka perlahan sisi kemanusiaan (human) kita juga ikut terkikis,” ungkap Alex.

‎Ia menjelaskan pementasan ini ingin memotret bagaimana relasi manusia dengan tanahnya telah bergeser dari hubungan yang harmonis menjadi hubungan yang transaksional dan destruktif.

‎Sebagai aktor yang terlibat langsung, Yulizar Lubay membagikan perspektifnya mengenai tantangan memerankan isu lingkungan. Menurutnya, krisis ekologi dalam teater tidak cukup hanya dibicarakan lewat naskah, tapi harus dirasakan melalui gerak dan energi di panggung.

‎”Krisis ekologi ini dampaknya sangat personal. Di panggung nanti, kita mencoba memvisualisasikan bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap ruang yang makin sempit dan lingkungan yang rusak,” ujar Yulizar.

‎Ia menambahkan Kober konsisten menggunakan pendekatan eksperimental, di mana simbol-simbol alam akan dihadirkan untuk menyentuh kesadaran penonton tanpa terkesan menggurui.

‎Pementasan ini diharapkan menjadi pemantik diskusi lebih luas di masyarakat Lampung, khususnya mengenai alih fungsi lahan dan kerusakan hutan yang dampaknya mulai terasa secara kolektif.

‎Narasi Hilang Huma(n) dibangun dengan riset dan kedalaman rasa. Kober ingin menunjukkan bahwa seni memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan jeritan bumi yang seringkali diabaikan oleh deru pembangunan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
LAINNYA