x

‎Dihelat di Jakarta, Konferensi Ke-19 PUIC Angkat Isu Tata Kelola Pemerintahan  ‎

waktu baca 2 minutes
Selasa, 13 Mei 2025 09:21 0 478 admin

‎Jakarta (LB): Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau Persatuan Parlemen Negara-Negara tergabung OKI yang digelar di Gedung DPR RI Jakarta pada 12-15 Mei 2025 dengan mengangkat isu tata kelola pemerintahan sebagai agenda utama.

‎Konferensi Ke-19 yang mengusung tema “PUIC Silver Jubilee – Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience” ini menandai peringatan 25 tahun berdirinya PUIC sejak 1999 di Teheran.

‎Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menekankan pentingnya implementasi tata kelola pemerintahan yang baik di negara-negara OKI.

‎“Kami ingin menunjukkan Indonesia bukan hanya tuan rumah yang ramah, tapi juga membawa kontribusi nyata tentang bagaimana tata kelola yang baik dan institusi yang kuat bisa diterapkan secara luas di negara-negara Islam,” ujarnya.

‎Menurutnya, tema tersebut dipilih karena mayoritas anggota OKI masih dalam tahap pembangunan. Dia menyebut Indonesia turut mengundang Perdana Menteri Singapura dan Malaysia untuk berbagi pengalaman dalam membangun institusi yang kredibel dan sistem pemerintahan yang akuntabel.

‎“Kalau kita bertemu lagi dalam forum berikutnya, kita harap sudah menjadi negara-negara yang lebih baik, karena punya fondasi yang kuat: transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang adil,” tambahnya.

‎Sementara itu, DPR RI Puan Maharani menyatakan perhelatan konferensi di Indonesia ini bertepatan dengan peringatan ke-25 tahun (silver jubilee) PUIC sejak didirikan pada 1999.

‎”Ini merupakan kehormatan karena Indonesia menjadi tuan rumah perayaan 25 tahun PUIC. DPR RI siap menyambut hangat delegasi negara-negara sahabat,” kata Puan, dikutip dari Antara, Selasa (13/5/2025).

‎Puan menyebut DPR ingin menekankan ketahanan dunia Islam tak bisa dilepaskan dari fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan kuat.

‎”DPR RI memahami betul diplomasi parlemen hari ini menuntut aksi nyata. Isu Palestina, penguatan kelembagaan, hingga perdamaian regional adalah isu-isu krusial yang harus menjadi pembahasan prioritas,” ucap dia.

‎Puan berharap kehadiran pimpinan dan perwakilan negara sahabat juga dapat mempererat kerja sama antara negara anggota OKI.

‎PUIC atau Uni Parlemen Negara Anggota OKI yang berkantor pusat di Teheran, Iran, didirikan pada 17 Juni 1999 dengan jumlah anggota 57 negara.

‎Organisasi ini didirikan dengan tujuan meningkatkan kerja sama dan koordinasi antarparlemen negara-negara anggota OKI dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya. PUIC juga bertujuan memperkuat solidaritas dan peran parlemen dalam menghadapi tantangan global. Perhelatan PUIC oleh DPR RI sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai Presiden Ke-19 PUIC. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA