x

Kunjungi Penderita Kongenital dan Janda Jompo di Jati Agung, Ketua TP PKK Lampung Selatan Salurkan Bantuan

waktu baca 2 minutes
Sabtu, 18 Sep 2021 10:40 0 183 Admin

LAMPUNG SELATAN (lampungbatometer.id): Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto membesuk warganya yang menderita kelainan Kongenital, Jumat (17/9/2021).

Warga tersebut bernama Nuriani (19), warga Dusun Palputih II, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung ini mengalami kelainan bawaan atau kelainan kongenital dimana kondisinya tidak normal yang terjadi pada masa perkembangan janin.

Putri kedua dari pasangan Edi Santoso dan Evi Moko Dompit ini, mengalami kelainan kongenital yang memengaruhi fisik atau fungsi anggota tubuh persisnya pada tangan dan kakinya sehingga menimbulkan cacat lahir.

Saat ini, kondisi Nuraini hanya bisa tertidur di atas kasur dan hanya bisa mengandalkan ibu serta saudaranya untuk membantu segala kegiatannya sehari hari. Orang tua Nuriani sehari-hari bekerja sebagai buruh tidak tetap sehingga  sulit bagi keluarga Edi Santoso untuk mengupayakan kesembuhan anaknya.

Winarni yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Joniansyah serta Kepala Desa Karang Anyar Sumanto mengatakan sangat prihatin dengan kondisi Nuriani.Ia juga memberikan bantuan untuk keluarga Nuriani.

Ketua TP PKK kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni kunjungi dan beri bantuan warganya di jati agung

“Saya minta Pemerintah Desa Karang Anyar untuk tanggap dan membantu mengupayakan pengobatan yang maksimal demi kesembuhan Nuriani,” ujar Winarni disela kunjunganya.

Beranjak dari rumah Nuriani, Ketua TP PKK yang sekaligus Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung selatan ini, juga menyambangi kediaman Wagiyem.

Mbah Wagiyem (75), begitu ia biasa disapa warga sekitar adalah seorang janda jompo yang tinggal bersama anaknya disebuah rumah kecil di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati agung.

Bekerja sebagai buruh harian lepas, membuat Mbah Wagiyem sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya. Terlebih anaknya, Poniri (44), menderita kelainan mental.

Selepas meninggalnya suami Mbah Wagiyem, ia hanya tinggal berdua dengan anaknya. Tak jarang mereka juga mendapatkan bantuan dari warga sekitar yang merasa kasihan kepada Wagiyem dan Poniri.

Dalam kunjungan ke rumah Wagiyem, Winarni juga memberikan bantuan kepada Mbah Wagiyem dan anaknya.

“Semoga Mbah Wagiyem selalu diberikan kesehatan. Saya juga mengimbau warga sekitar untuk terus dan tetap peduli dengan kondisi Mbah Wagiyem,”pungkasnya. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
LAINNYA