x

Mantap! Warga Lapor Kehilangan Mesin Bajak, Anggota Polres Pesawaran Langsung Ke TKP

waktu baca 3 minutes
Senin, 5 Apr 2021 17:59 0 171 admin

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Petani warga Dusun Way Layap II, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Hadi Sutrisno (28) didampingi kakaknya, Novi (35), melaporkan kasus hilangnya mesin bajak miliknya ke Polres Pesawaran, Senin (5/4/2021).

Kepada polisi Hadi menjelaskan kronologi hilangnya mesin traktor bajak tersebut. Menerima laporan korban, Anggota Polres Pesawaran langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Tempel Rejo, Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Negerikaton dan melakukan olah TKP.

“Saya berterima kasih kepada Bapak-Bapak Polisi yang langsung menanggapi laporan terkait hilangnya mesin traktor bajak kami. Semoga pelakunya segera tertangkap,” ujar Hadi.

KEHILANGAN mesin traktor bajak, warga Dusun Way Layap II, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan lapor ke Polres Peaawaran, Senin (5/4/2021).

Berdasar Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan dengan Polisi Nomor: LP/B-248/IV/2021/POLDA LPG/RES PESAWARAN, korban melaporkan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.

Dalam laporan yang ditandatangani Kanit 1 SPK Polres Pesawaran Aipda Nizar Adi Kurniawan, S.H. itu dijelaskan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) mesin traktor bajak sawah Merk Quick G1000 Boxer Nomor Mesin KI-AL1670 di areal persawahan milik korban, Sabtu (3/4/2021).

Akibat kejadian ini, korban diduga mengalami kerugian Rp10 juta. Kini Kasus ini sedang ditangani Polres Pesawaran.

Sebelumnya diberitakan Ribut Dianto (59) warga Dusun Way Layap 2, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran kehilangan mesin traktor bajak miliknya.

Ditemui di rumahnya, Minggu (4/4/2021), Ribut mengatakan mesin bajak Quick Boxer G1000 Merk Kubota miliknya hilang pada Jumat (2/4/2021) malam. Kepada wartawan dia mengatakan segera melapor ke polisi.

“Besok saya akan lapor ke polisi,” ujar Ribut kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Kepada wartawan dia mengaku sedih karena mesin bajak yang dia beli pada Tahun 2010 itu merupakan alat utama dalam mengerjakan sawahnya setiap musim tanam.

“Mesin bajak itulah yang membantu keluarga kami sejak lebih 10 tahun lalu. Saya beli di Toko Istana Diesel Tanjung Karang sekitar Tahun 2010 dengan harga Rp18. 500.000. Sekarang mesin bajak saya hilang,” ungkapnya.

“Dulu saya beli langsung, tapi saya lupa faktur dan kwitansi pembelian bajak terselip dimana,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut dia menceritakan sejak pertama dibeli sekitar Tahun 2010, mesin bajak miliknya memang biasa ditinggal di sawah setiap musim tanam, dan selalu aman.

“Kalau musim tanam memang biasa saya tinggal di sawah, baru dibawa pulang kalau musim tanam beres. Selama ini aman-aman saja,” ucapnya.

Sementara itu, anak korban Hadi Sutrisno (28) saat meninjau lokasi sawah di Dusun Tempel Rejo, Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran, Minggu (4/4/2021), mengungkapkan mesin bajak tersebut diperkirakan hilang pada Jumat malam.

“Kamis sore saya masih kerja ngebajak di petak bagian sana, Jumat saya pindah ke petak yang ini. Namun, Sabtu pagi saat saya mau manasin mesin, ternyata mesin bajak sudah gak ada dan tinggal sasisnya. Saya langsung pulang dan lapor dengan orang tua saya,” ujar Hadi.

“Diperkirakan tersangka pencurian ini lebih dari 2 orang karena mesin itu sangat berat, kayaknya kalau 2 orang nggak bisa keangkat,” ujar Hadi. (Doni)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

April 2021
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
LAINNYA