x

Fajar/Fikri Juara Denmark Open, Tebus Kegagalan Asian Games

waktu baca 2 minutes
Selasa, 20 Okt 2026 07:03 0 20 admin

Denmark (LB): Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses meraih gelar juara Denmark Open 2026. Kemenangan ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan setelah keduanya gagal meraih medali emas pada nomor perorangan Asian Games September lalu.

Fajar/Fikri memastikan gelar juara setelah menaklukkan pasangan Malaysia unggulan keempat, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final di Denmark, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Tampil dominan sejak awal pertandingan, pasangan unggulan ketiga itu menang dua gim langsung dengan skor telak 21-8 dan 21-11.

Gelar ini mengobati kekecewaan Fajar/Fikri di Asian Games lalu yang harus terhenti di semifinal setelah kalah dari wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang, sehingga keduanya harus puas membawa pulang medali perunggu.

Keberhasilan di Denmark juga mengakhiri penantian Fajar/Fikri setelah tahun lalu gagal menjadi juara. Pada final Denmark Open edisi sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Fajar mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil membawa pulang gelar yang sebelumnya luput dari genggaman.

“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open,” ujar Fajar dalam keterangan yang diterima detikSport.

Menurut Fajar, hasil kurang memuaskan di Asian Games menjadi pelecut semangat bagi dirinya dan Fikri untuk tampil lebih baik. Ia berharap kemenangan di Denmark menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” katanya.

Sementara itu, Fikri menegaskan pentingnya menjaga pola pikir agar tidak cepat berpuas diri meskipun berhasil meraih gelar juara.

Ia menganggap setiap pertandingan sebagai kesempatan baru untuk kembali berjuang dari awal. Dengan begitu, keberhasilan yang telah diraih tidak membuat mereka kehilangan motivasi untuk terus berkembang.

“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,” tutur Fikri.

Fikri juga mengaku sengaja menjaga semangat dan emosinya sepanjang pertandingan final. Baginya, kemenangan kali ini bukan sekadar pencapaian, melainkan juga kesempatan untuk membayar kekecewaan setelah gagal menjadi juara pada tahun sebelumnya.

“Seperti tadi main di final, sayang banget kalau nggak semangat. Makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya, termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin,” ujar pebulutangkis berusia 26 tahun tersebut. (AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
LAINNYA