x

Hadiri Musrenbang RKPD 2027 Tubaba, Gubernur Mirza: Pemerintah Daerah Jangan Hanya Bergantung APBD

waktu baca 3 minutes
Kamis, 5 Mar 2026 20:45 0 465 admin

Tulang Bawang Barat (LB): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2027 di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan ini, Gubernur menegaskan pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan kewenangan dan potensi lokal secara kreatif dan inovatif, jangan hanya bergantung pada APBD.

Musrenbang dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas Sektor Unggulan dan Pemberdayaan UMKM” ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, unsur Forkopimda Tulang Bawang Barat, camat, lurah serta kepala tiyuh.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya, mengatakan fokus pembangunan Tulang Bawang Barat ke depan adalah bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

MUSRENBANG. Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027.

“Pembangunan Tulang Bawang Barat ke depan diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan UMKM,” ucap Bupati Novriwan Jaya.

Menurut Bupati, arah pembangunan tersebut diselaraskan dengan program Presiden melalui Asta Cita serta program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung. Dia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan berharap sinergi tersebut terus diperkuat.

Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam arahannya menegaskan seluruh pemimpin yang hadir mengemban amanah besar melayani masyarakat dan membawa kemajuan bagi Tulang Bawang Barat.

Ia menekankan pembangunan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, dibutuhkan kesamaan tujuan, kolaborasi yang kuat, sinergi lintas sektor, serta integritas seluruh pemangku kepentingan.

“Kekuasaan ditujukan untuk melayani rakyat. Kita harus punya satu tujuan yang sama. Hal ini tidak bisa dilakukan tanpa kolaborasi, sinergi, dan integritas seluruh stakeholder,” tegasnya.

Gubernur menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung peningkatan nilai tambah komoditas desa melalui bantuan sarana seperti mesin pengering (dryer), pupuk organik, hingga teknologi pengolahan yang berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas hingga 15–20%.

“Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah jangan hanya bergantung pada APBD, tapi mampu mengoptimalkan kewenangan dan potensi lokal secara kreatif dan inovatif,” ujar Gubernur.

Dia juga menginstruksikan agar penyusunan RKPD selaras dengan Asta Cita Presiden. Selain itu, dia secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program Cek Kesehatan Gratis sebagai prioritas nasional yang harus mendapat dukungan optimal di tingkat desa.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Gubernur meminta kepala tiyuh memaksimalkan peran BUMDes agar dapat menyuplai bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga perputaran ekonomi tetap berada di desa.

“Uangnya jangan sampai keluar dari tiyuh. Maksimalkan BUMDes agar menjadi pemasok dapur SPPG sehingga bermanfaat juga bagi desa dan masyarakatnya,” ujarnya.

Ia juga mendorong optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan pendapatan desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Mirza menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan serta memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Oleh karena itu, dia mendorong kepala tiyuh aktif membantu menekan angka putus sekolah di wilayah masing-masing.

Terkait program Cek Kesehatan Gratis, dia menginstruksikan kepala tiyuh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sebab deteksi dini kondisi kesehatan sangat penting untuk mengidentifikasi potensi penyakit serta mendorong pola hidup yang lebih sehat.

“Karena program nasional dan daerah semuanya berfokus di desa, saya minta tolong kepada kepala tiyuh, berhasil tidaknya sangat tergantung kepada kepala tiyuhnya,” ujarnya.

“Harapannya RKPD Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2027 benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (pim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
LAINNYA