Tanggamus (LB): Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kusa Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung yang dianungi Yayasan Mitra Negeri Sahaja memberikan klarifikasi usai salah satu menu yang dibagikan kepada siswa SDN 2 Pasar Madang menjadi sorotan publik.
Menurut beberapa wali murid, sajian menu yang dibagikan pada Rabu (17/12/2025) dinilai minim gizi dan diduga tidak sepadan dengan anggaran, karena hanya terdiri dari satu butir telur, satu buah jeruk, seporsi getuk dari singkong sebagai pengganti nasi, dan sebungkus kecil keripik tempe.
Paket MBG tersebut tidak dikemas menggunakan omprengan, tapi dikemas menggunakan mika, dengan dalih untuk dibawa pulang, bukan dikonsumsi di sekolah.
Dihubungi lampungbarometer.id pada Rabu 24/12/2025, Diyon Dwi Dinata yang merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di dapur MBG SPPG Kusa Kotaagung, membenarkan menu MBG yang viral setelah diunggah salah satu wali murid penerima manfaat di akun medsos adalah berasal dari dapur MBG-nya.
Diyon menjelaskan menu pada hari itu menu yang disediakan berupa makanan kering yang mudah dibawa pulang oleh siswa, karena para siswa sedang jeda setelah ujian sehingga tidak ada proses kegiatan belajar mengajar.
Ia Menegaskan seluruh menu yang disajikan telah disusun dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan sudah sesuai standar ahli gizi untuk bisa memenuhi asupan gizi harian anak serta menyesuaikan ketersediaan bahan makanan.
”Nilai menunya itu sudah kami sesuaikan dengan bahan makanan yang tersedia. Untuk sumber karbohidrat dan sebagai pengganti nasi ada getuk singkong satu butir telur dan keripik tempe menjadi sumber protein, serta jeruk yang merupakan sumber vitamin C,” ujarnya.
Diyon Dwi Dinta menambahkan semua menu yang disajikan dari dapur MBG, baik itu makanan kering ataupun makanan basah semuanya sudah dihitung dan disesuaikan dengan rekomendasi ahli gizi serta telah diproses sesuai standar yang telah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
”Kami selalu memperhatikan gizi serta kualitas dan kuantitas makanan, apalagi ini merupakan program Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. ubtuk kecerdasan dan kesehatan masa depan bangsa,” ucap Diyon.
Ia juga menjelaskan dapur MBG ini, setiap harinya melayani makan bergizi untuk 15 sekolah; TK, SD, SMP, dan SMA dengan jumlah 2.804 porsi. Menu yang disajikan selalu berganti supaya siswa siswi penerima manfaat tidak merasa bosan mengonsumsi.
”Untuk nominal jumlah harga porsi kecil untuk anak PAUD sampai siswa kelas 3 SD Rp 8000 per porsi. Untuk porsi besar yang diperuntukkan bagi siswa SD kelas 4 hingga siswa Kelas 3 SMA Rp 10.000 per porsi,” imbuhnya.
Diyon juga berharap agar ke depan, distribusi bantuan makan bergizi ini semakin merata dan bermanfaat bagi seluruh siswa/siswi. Sebab, program ini dinilai sangat membantu para wali murid karena tidak perlu lagi sibuk menyiapkan bekal dari rumah.
Lebih lanjut dia mengatakan, mewakili keluarga besar satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kusaq (SPPG) Kusa dan Yayasan Mitra Negeri Sahaja, mohon maaf atas kegaduhan yang muncul dan berjanji akan memperbaiki segala kekurangan.
”Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kami berjanji akan memperbaiki segala kekurangan. Kami sangat menghargai setiap kritik dan saran agar ke depan bisa lebih baik,” ungkapnya.
SPPG Kusa, ujarnya, berharap masyarakat memahami tujuan program ini sekaligus menghindari kesalahpahaman yang dapat menimbulkan kontra di masyarakat. Dia juga menghimbau seluruh wali murid agar tidak panik terhadap pelayanan yang diberikan karena mereka akan menjaga kualitas menu makanan yang disajikan.
”Untuk semua orang tua siswa jangan panik, kami sangat menjaga kualitas menu saji yang dibagikan kepada siswa setiap harinya, sebab itu sudah menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya. (Tomi)
Tidak ada komentar