x

Info Bencana Sumatera: 990 Orang Meninggal, 222 Hilang, 11.000 Hektar Sawah Musnah

waktu baca 2 minutes
Jumat, 12 Des 2025 07:51 0 210 admin

Bandar Lampung (LB): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dalam bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Kamis, 11 Desember 2025 sebanyak 990 orang.

‎Rinciannya, korban meninggal di Aceh mencapai 407 orang. Kemudian Sumatera Barat sebanyak 240 jiwa, dan 343 di Sumatera Utara.

‎Untuk korban hilang menurun dibanding sehari sebelumnya dari 262 menjadi 222 orang. Korban hilang terbanyak terjadi di Sumatera Utara dengan 98 jiwa. Sedangkan di Aceh korban hilang sebanyak 31 jiwa dan Sumatera Barat 93 jiwa. Total korban luka di ketiga provinsi mencapai lebih dari 5,4 ribu jiwa.

‎Selain korban hilang, BNPB juga melaporkan penurunan jumlah pengungsi, dari 1.057.482 jiwa pada Senin, 8 Desember 2025, turun menjadi 894.101 jiwa pada Selasa, 9 Desember 2025.

‎”Hari ini terdata di rekapitulasi provinsi menjadi 894.101 jiwa,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers dipantau YouTube BNPB, Selasa, 9 Desember 2025.

‎Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pencarian korban yang memasuki pekan kedua pascabencana memiliki kendala di lapangan karena korban-korban yang dinyatakan hilang, jasadnya sulit diidentifikasi akibat perubahan struktur tubuh mereka.

‎“Saat ini memang kendala yang dihadapi di lapangan bahwa dengan kurun waktu lebih dari 10 hari, memang korban-korban yang ditemukan ini kebanyakan sudah berubah struktur,” kata Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025

‎11.000 Hektar Sawah Hilang Terendam Lumpur

‎Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap 11.000 hektar sawah tersapu banjir dan terendam lumpur akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera dari total 65.000 ha sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

‎”(11.000 ha) itu sudah rata, tidak ada tanamannya, termasuk sawah-sawahnya hilang,” kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025).

‎‎Amran berjanji pemerintah pusat akan bertanggungjawab penuh untuk mencetak ulang sawah yang sudah rata dengan lumpur tersebut. Selain cetak ulang, pemerintah pusat juga akan mengirimkan benih dan alat mesin pertanian (Alsintan) gratis.

‎”11.000 ha itu kami cetak ulang dan dikerjakan oleh pemerintah, Kementerian Pertanian tanggung jawab. Anggaran untuk cetak ulang sawah terdampak banjir tersebut akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kami sudah ada anggarannya, sudah siap beres aman (untuk) Aceh-Sumut dan tiga-tiganya,” ungkap Amran. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA