x

‎Teater Tara Pradipta PGSD Unila Sukses Pentaskan Lakon Adaptasi Puisi ‘Aku Melihat Indonesia’ ‎

waktu baca 2 minutes
Kamis, 11 Des 2025 22:47 0 828 admin

Metro (LB): Teater Tara Pradipta Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila sukses menggelar pementasan teater dengan lakon yang diadaptasi dari Puisi “Aku Melihat Indonesia” karya Bung Karno.

‎Pertunjukan ini melibatkan seluruh mahasiswa Prodi PGSD Kelas 5D Angkatan 2023 dan disutradarai Siska Mega Diana, M.Pd. (dosen PGSD). Pementasan yang digelar selama dua hari, Selasa dan Rabu (9-10/12/2025),
‎di Aula Kampus B PGSD FKIP Unila ini berlangsung sukses dan dibanjiri lebih 500 penonton, umumnya mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Metro.

‎Siska mengatakan ide untuk mengadaptasi Puisi “Aku Melihat Indonesia” ini muncul sebab sebelumnya dia pernah melakukan penelitian terhadap Puisi karya Presiden pertama Republik Indonesia ini. Penelitian yang dia lakukan, ujarnya, dari sudut representasi kebudayaan sebagai cerminan nilai-nilai nasionalisme.

‎”Pementasan ini untuk menyatukan dan menyajikan pertunjukan antara puisi yang diimplementasikan dalam teater,” ucap Siska.

FOTO BERSAMA. Sutradara, pemain dan kru naskah adaptasi puisi “Aku Melihat Indonesia” foto bersama usai pementasan yang berlangsung sukses.

‎“Pementasan ini tidak hanya memperlihatkan kekuatan bahasa dalam puisi, tetapi juga memperluas ruang perjumpaan antara teks puisi, seni visual, musik, tari, dan pengalaman dari setiap pemainnya,” imbuhnya.

‎Menurut Siska, pertunjukan teater ini dilakukan sebagai salah satu upaya membangkitkan geliat berkesenian di PGSD.

‎”Alih wahana sastra dari puisi ke naskah dan dipentaskan ini dilakukan untuk menggugat keresahan apakah para pemuda atau generasi bangsa saat ini masih mencintai Tanah Airnya, Indonesia,” ujarnya.

‎Sementara itu Pimpinan Produksi, Irfan Kusuma Yuda, berharap Teater Tara Pradipta mampu hadir sebagai cahaya yang menerangi geliat seni di PGSD Unila.

‎”Tara Pradipta artinya Cahaya Terang. Harapannya, teater ini mampu hadir sebagai cahaya pertama yang mencoba menerangi geliat seni di PGSD,” ucap Irfan.

‎Salah satu mahasiswa yang juga menjadi aktor dalam pementasan ini, Periksa Dinanti Akbar, mengaku bangga dan senang telah sukses melaksanakan pementasan. Dia juga mengaku ini menjadi pengalaman pertamanya bermain teater.

‎”Senang dan ada rasa puas, sebab setelah menjalani proses yang cukup panjang akhirnya pementasan bisa dilaksanakan dengan sukses dan cukup mendapat apresiasi penonton,” kata Akbar. (Rian)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA