x

Wamenag Tegaskan Masjid Harus Jadi Sumber Kehidupan ‎

waktu baca 3 minutes
Senin, 30 Jun 2025 12:25 0 420 admin

‎Bogor (LB): Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo R. Muhammad Shafi’i, menegaskan fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kehidupan umat.

Merujuk pada masa Rasulullah SAW, ujarnya, masjid menjadi tempat pembinaan ilmu, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan sosial.

Demikian disampaikan Wamenag saat menghadiri acara Tasyakuran dan Puncak Perayaan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah di Masjid Darussalam, Kota Wisata, Bogor, Minggu (29/6/2025).

‎Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus masjid atas transformasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

‎“Masjid Darussalam bukan hanya megah secara fisik, tapi juga luar biasa dalam pengelolaan dan kontribusi sosialnya. Saya melihat bagaimana masjid ini berkembang dari yang dulu eksklusif menjadi inklusif,” ujar Romo Shafi’i.

‎“Umat yang kesulitan modal usaha, butuh pendidikan, atau layanan kesehatan, semestinya bisa datang ke masjid. Dan program-program di Masjid Darussalam sudah mulai mengarah ke sana,” lanjutnya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi turut memberikan pandangan filosofis tentang masjid. Ia mengaitkan nilai-nilai spiritualitas masjid dengan warisan budaya Sunda, terutama konsep Tajug yang sarat makna.

‎“Tajug bukan sekadar bangunan. Itu tempat kehidupan spiritual tumbuh. Di sana anak-anak belajar mengaji, belajar hidup. Maka masjid harus menjadi tempat yang menghidupkan kembali jiwa-jiwa yang mati karena jauh dari Allah,” ujarnya.

‎Gubernur juga menekankan pentingnya masjid dalam menanggulangi kemiskinan. Ia menyebut seluruh bentuk kriminalitas di Jawa Barat sebagian besar berakar dari persoalan ekonomi

‎“Membangun masjid berarti juga membangun keadilan sosial. Di dalamnya ada amanah untuk menjaga anak yatim dan fakir miskin. Ini bagian dari tugas spiritual dan kemanusiaan kita bersama,” katanya.

‎Sementara itu, Hengki Haryadi, pembina Masjid Darusallam sekaligus penggagas kegiatan Perayaan tahun baru islam 1447 Hijriyah yang digelar dengan Festival Adzan Nusantara yang merupakan kompetisi adzan internasional yang diikuti lebih 700 peserta dari berbagai negara, mengatakan Masjid Darusallam kini mengusung paradigma baru dari yang sebelumnya bersifat eksklusif menjadi inklusif dan terbuka untuk seluruh kalangan.

‎Prinsip Islam wasatiyah atau moderat menjadi fondasi utama dalam setiap program yang dijalankan, sejalan dengan visi Yayasan Darussalam untuk menjadi pusat peradaban Islam berstandar nasional.

‎Atas berbagai capaian tersebut, Masjid Darussalam Kota Wisata mendapatkan penghargaan dari Dewan Masjid Indonesia sebagai masjid terbaik tingkat nasional dalam tiga kategori. Prestasi ini menjadi bukti komitmen masjid dalam memberikan pelayanan maksimal kepada umat dan masyarakat luas.

‎“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat. Semoga Masjid Darussalam terus menjadi teladan dalam memakmurkan masjid dan menguatkan peran Islam dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

‎Dalam sambutannya, Hengki Haryadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Darussalam untuk menjadi tuan rumah dalam perayaan Tahun Baru Islam kali ini. Menurutnya, momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengurus dan jamaah Masjid Darussalam.

‎“Kami sampaikan selamat datang di Masjid Darussalam. Ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Masjid ini telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang sejak tahun 1999, berawal dari kegiatan salat tarawih berjamaah di salah satu klaster perumahan,” pungkasnya. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juni 2025
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
LAINNYA