x

‎Koordinator Pengawas Ini Kritisi Program SMA Unggul Dinas Pendidikan Provinsi Lampung

waktu baca 2 minutes
Kamis, 15 Mei 2025 13:03 0 551 admin

Bandar Lampung (LB): Koordinator Pengawas Cabang Dinas Wilayah 4 Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Johan Supangkat, M.M., M.Pd., mempertanyakan keputusan Kepala Dinas yang menetapkan SMA unggul, tapi tidak dengan SMK.

‎”Program Sekolah Unggul, kenapa hanya SMA, kenapa SMK tidak dimasukkan sebagai sekolah unggulan,” ungkapnya, Kamis (15/5/2025).

‎Menurutnya, jika memang acuannya adalah peningkatan kualitas pendidikan di Lampung, tentu sekolah yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi, yakni SMK, SMA, dan SLB seharusnya juga menjadi program dan ditingkatkan kualitasnya.

‎”Kalau kita memang acuannya adalah untuk peningkatan kualitas pendidikan di Lampung mestinya juga SMA, SMK, dan SLB itu juga tentunya menjadi program yang harus dilihat, ditingkatkan,” katanya.

‎Selain itu, dia juga mengkritisi penilaian prestasi kepala SMA unggul jika hanya berdasarkan pada jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri.

‎”Saya kurang setuju kalau prestasi kepala sekolah di sekolah unggul itu hanya diukur dari prestasi jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri karena banyak variabel-variabel lain yang menentukan prestasi kinerja kepala sekolah,” ucap Johan.

‎Selanjutnya dia menjelaskan beberapa variabel yang bisa digunakan untuk mengukur prestasi kinerja kepala sekolah, antara lain membandingkan rapor tahun sebelumnya dengan rapor tahun ini. Apakah ada peningkatan? Baik dari literasi, numerasi atau karakter termasuk iklim sekolah.

‎”Iklim lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh terhadap capaian prestasi siswa. Nah kalau hanya diukur dari jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi, kemudian di universitas atau perguruan tinggi favorit, ini tidak fair,” ujarnya.

‎Sebab, menurut Johan, jika penilaian capaian prestasi kinerja kepala sekolah adalah dari jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri maka SMK tidak akan bisa berkompetisi.

‎”Kalau penilaiannya seperti ini, ya SMK tidak akan pernah bisa berkompetisi dengan SMA karena mata pelajaran yang dipelajari di SMK tentu berbeda dengan sekolah SMA. Jadi jangan hanya SMA Unggul, SMK Unggul juga dong,” pungkasnya. (Rian)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA