Pesawaran (LB): Pemerintah Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) membahas Program Ketahanan Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih Tahun 2025 yang menjadi program prioritas nasional di kantor desa, Jumat (9/5/2025).
Kepala Desa Hanau Berak, Ahmad Alamsyah menyampaikan Musdesus ini menjadi langkah strategis Pemerintah Desa Hanau Berak dalam memperkuat program ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi sumber PAD Desa
Selanjutnya dia mengatakan sesuai potensi yang ada, Program Ketahanan Pangan di Desa Hanau Berak dapat dilaksanakan dalam dua program strategis yaitu program pertanian padi sawah dan budi daya kambing.
”Jika melihat potensi Desa Hanau Berak, program ketahanan pangan dapat kita laksanakan dengan menanam padi dan budi daya kambing. Ini tentu akan sangat menopang perekonomian keluarga,” ucap Alamsyah.
Ahmad Alamsyah juga menyampaikan Program Ketahanan Pangan dan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi program prioritas nasional dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menopang kesediaan bahan pangan serta potensi desa.
”Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan program ketahanan pangan sebagai prioritas. Untuk pelaksanaannya dilakukan oleh desa bekerja sama dengan BUMDes. Oleh karena itu, seluruh stakeholder di Desa Hanau Berak harus bersinergi dan saling mendukung untuk menyukseskan program ini,” ujarnya.
Kegiatan Musdesus ini juga dihadiri Ketua BPD Alfiansyah, Kasi Tapem Kecamatan Nana Herlena dan Kasi PMD Ayu Fitri, Pendamping Desa Khorul Anam, PLD Syahrial Ependi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ketua TP-PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda desa.
Sementara itu, Kasi Tapem Kecamatan Padang Cermin Nana Herlena menyampaikan tahun ini pengelolaan program ketahanan pangan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
”Sesuai Peraturan Menteri Desa Nomor 03 Tahun 2025, Program Ketahanan Pangan harus bekerja sama dengan BUMDes,” ungkap Nana.
Sementara itu, Pendamping Desa Khoirul Anam menyampaikan 20 % dari dana ketahanan pangan harus disalurkan ke BUMDes.
”Dana ketahanan pangan sebesar 20% disalurkan ke BUMDes bukan sebagai dana hibah. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi sumber PAD,” katanya. (*/ansori)
Tidak ada komentar