x

100 Penari Akan Menari 12 Jam Nonstop di Perayaan HTD 2025 yang Digelar DKL Besok

waktu baca 3 minutes
Jumat, 2 Mei 2025 09:37 0 818 admin

Bandar Lampung (LB): Gandeng Ikatan Mahasiswa Seni Tari (Imastar) Unila, Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan menampilkan 100 penari yang akan menari secara maraton selama 12 jam nonstop pada perayaan Hari Tari Dunia (HTD) 2025 dengan tema “Tari sebagai Jembatan Budaya & Edukasi” yang akan ditaja di Gedung Pertunjukan DKL, PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (3/5/2025).

‎Demikian disampaikan Sekretaris DKL Bagus S. Pribadi Aviep melalui rilisnya yang diterima lampungbarometer.id, Jumat (2/5/2025).

Aviep juga mengungkapkan peringatan HTD yang merupakan salah satu agenda rutin tahunan Dewan Kesenian Lampung, tahun 2025 ini akan dibuka Ketua DKL Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si.

‎”Perhelatan yang diikuti 100 penari dari berbagai sanggar seni, komunitas, dan institusi pendidikan ini akan berlangsung selama 12 jam, mulai Sabtu (3/5) Pukul 09.00 WIB hingga Pukul 21.00 WIB,” ungkap Aviep.

‎Dia juga membeberkan Hari Tari Dunia di Lampung tak hanya menjadi ajang apresiasi seni gerak, tapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai budaya melalui pertunjukan yang hidup dan inspiratif. Tarian tidak hanya disajikan sebagai hiburan, melainkan juga sebagai medium pembelajaran lintas budaya yang menyentuh berbagai aspek kehidupan: sosial, sejarah, bahkan spiritual.

‎“Jadi tari sebagai Jembatan Budaya & Edukasi. Tari bisa menginspirasi masyarakat menumbuhkembangkan sekaligus melestarikan warisan budaya,” ujarnya.

‎Selanjutnya dia mengatakan perhelatan ini akan menyuguhkan beragam agenda menarik, di antaranya: Live Performance dari para seniman dan kelompok tari lokal serta tamu undangan spesial, pentas kolaborasi lintas genre dan komunitas, Bazar UMKM & Kuliner yang menampilkan produk kreatif serta kekayaan kuliner khas Lampung.

‎“Ada juga pembagian doorprize untuk para pengunjung sebagai bentuk apresiasi kehadiran, dan maraton menari selama 12 jam nonstop,” imbuhnya.

‎Ketua Dewan Kesenian Lampung, Prof. Dr. Satria Bangsawan menyampaikan Dewan Kesenian Lampung adalah rumah bersama bagi seluruh seniman di Lampung.

‎“Kami hadir bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tapi juga sebagai katalisator dan fasilitator bagi lahirnya karya-karya terbaik dari daerah ini. Hari Tari Dunia menjadi bukti seni mampu merangkul, mendidik, dan menyatukan kita semua,” ucapnya.

‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Tari Dunia 2025, sekaligus Ketua Komite Tari DKL, Lora Gustia Ningsih, M.Sn. mengatakan peringatan HTD 2025 ini menjadi wadah penting dalam memperkuat eksistensi seni tari di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

‎“Kami ingin masyarakat melihat tari bukan sekadar pertunjukan, tapi sebuah jembatan untuk memahami budaya, membangun solidaritas, dan memperluas cakrawala berpikir,” terangnya.

‎Lora menambahkan kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. Masyarakat dari berbagai kalangan; pelajar, seniman, keluarga, hingga wisatawan lokal, diharapkan hadir dan menikmati pengalaman budaya yang edukatif dan menghibur.

‎“Hari Tari Dunia 2025 adalah panggung untuk merayakan keragaman, menggali potensi lokal, dan membangun ruang bersama melalui gerak yang bermakna. Ayo hadir dan jadilah bagian dari energi besar ini!,” ujarnya berpromosi. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA