Pesawaran (LB): Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pesawaran Saptoni menyoroti andil pelaku bisnis pariwisata di Kabupaten Pesawaran atas minimnya PAD dari sektor pariwisata.
Karena itu, Saptoni meminta pelaku bisnis pariwisata di Pesawaran turut berkomitmen terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran dari sektor pariwisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Saptoni saat menjadi narasumber dalam Diskusi Panel bertajuk “Membaca Konsep Pengembangan Pariwisata Kabupaten Pesawaran 2023” dengan Tema “Pariwisata Pesawaran Mau Kemana?” yang diselenggarakan JMSI Pesawaran bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran di ruang rapat kantor dinas tersebut, Rabu (28/12/2022).
Menurut Saptoni, konsep kerja sama yang dibangun bisa dari penjualan tiket atau pajak makan minum di area destinasi wisata.
Dia juga menyampaikan kerja sama ini tidak akan merugikan pengelola destinasi atau pelaku bisnis pariwisata karena tidak ada potensi untung yang diambil pemerintah.
“Kita contohkan di Bandar Lampung, kalau kita makan bakso misalnya harga jual dari penjual bakso per porsi Rp20 ribu. Kemudian pemerintah mengenakan pajak, sehingga harganya menjadi Rp 22 ribu. Nah uang Rp2.000 itu adalah pajak yang dibayarkan konsumen. Apakah ini mengurangi untung pengusahanya? Kan tidak,” ujarnya.
“Kita berharap di Pesawaran, Pemerintah Kabupaten dan pelaku bisnis pariwisata bisa menjalin kerja sama yang demikian. Jadi jangan juga pihak pelaku bisnis merasa seolah Pemerintah mengambil untung mereka. Namun, perlu juga ditegaskan, pemerintah juga harus komitmen untuk menggunakan uang tersebut untuk Kabupaten Pesawaran. Jadi semua demi Kabupaten Pesawaran,” tegas Saptoni menambahkan.
Dalam diskusi ini Saptoni juga menyinggung soal PAD dari sektor pariwisata yang masih sangat kecil dan masih jauh dari target. Meskipun demikian, dia memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Dinas Pariwisata Ketut Partayasa yang telah mampu meningkatkan PAD dari sektor pariwisata.
“PAD dari sektor pariwisata ini masih sangat kecil, dari target Rp 2,5 miliar hanya sekian persen. Intinya masih sangat kecil,” ujarnya diplomatis.
Namun dia mengatakan DPRD Kabupaten Pesawaran memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pariwisata, Ketut Partayasa yang dinilai berhasil memimpin meskipun hanya menjabat setahun empat bulan.
“Kami nilai Pak Ketut cukup berhasil memimpin Dinas Pariwisata, beliau berhasil menancapkan tonggak yang baik. Oleh sebab itu, di masa depan siapapun yang menjabat kepala Dinas Pariwisata haruslah sosok yang kreatif, penuh inovasi, pekerja keras dan berkomitmen untuk membangun sektor pariwisata,” tegasnya.
Hadir juga dalam diskusi ini Kepala Dinas Pariwisata Ketut Partayasa, S.Sos., M.M., Kepala Bappeda Adhytia Hidayat, S.Sos., M.Eng., dan pengelola villa La Nadiya Pulau Pahawang Hadi, S.T., (Ko Jimmy). (AK)
Tidak ada komentar