oleh

Driver Maxim Lampung ‘Menjerit’ Perihal Tarif Dan Minta Gubernur Turun Tangan

BANDAR LAMPUNG (LB): Driver online yang tergabung Persatuan Maxim Lampung (Permala) mengeluhkan tarif yang tidak kunjung ada penyesuaian dari pihak manajemen Maxim sejak adanya kenaikan harga BBM.

Hal itu disampaikan Ketua Permala, M. Jais yang didampingi Sekretaris Harianto dan beberapa driver Maxim saat berkunjung ke Rumah Siber Kantor JMSI Lampung di Jalan Emir M.Noer Bandar Lampung, Rabu (21/9/2022).

M. Jais juga mengungkapkan mereka sudah tidak tahan dengan tarif saat ini yang dianggap hanya menguntungkan pihak manajemen tapi merugikan para driver Maxim.

Selanjutnya M. Jais juga mengungkapkan sebanyak 300-an driver Maxim Lampung sudah dua kali melakukan negosiasi dengan pihak manajemen Maxim sebagai aplikator tapi selalu gagal. Bahkan menurut perwakilan driver Maxim ini, jawaban pihak manajemen menyakitkan.

“Sejak kenaikan harga BBM, hasil kerja setiap hari driver Maxim hanya cukup untuk membeli bahan bakar, kuota, ban tipis. Ini penderitaan yang dirasakan driver Maxim Lampung,” ucap Jais.

Oleh sebab itu, Jais berharap Gubernur Lampung turun tangan ikut memikirkan nasib pengemudi online ini dan mendesak manajemen Maxim untuk segera melakukan penyesuaian tarif.

“Kami berharap Bapak Gubernur bisa turun tangan mendesak manajemen Maxim untuk melakukan penyesuaian tarif,” ujar M. Jais.

Berencana Gelar Aksi Demo

M. Jais juga menyampaikan para driver Maxim yang tergabung Permala berencana akan menggelar aksi demo menuntut penyesuaian tarif dari minimal order 10.2k menjadi 15k dengan jarak tempuh maksimal 3,6 kilo meter.

“Driver Maxim tidak menuntut fasilitas cairan hand sanitizer, face shield, tapi berharap pihak operator Aplikasi menjalin kerja sama dengan lembaga service dan maintenance otomotif. Para driver juga berharap manajemen menyediakan penyedia pulsa dan quota,” ujarnya.

Selain itu, para driver Maxim juga meminta agar pemotongan saldo driver atas pelanggaran berdasarkan order terlebih dahulu dilakukan konfirmasi terhadap driver bersangkutan.

“Terkait rencana aksi demo, kami telah berkoordinasi dengan pihak Poltabes guna kelancaran aksi dimaksud,” pungkasnya. (*/herdi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.