x

Maklumat Bumi Lancang Kuning Rakorgub Se-Sumatera, Ini Kata Apindo Lampung

waktu baca 4 minutes
Sabtu, 2 Jul 2022 08:49 0 201 admin

BANDAR LAMPUNG (BAROMETER): Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) Se-Sumatera yang dilaksanakan di Hotel Premiere Pekan Baru Riau, Kamis (30/6/2022) menghasilkan 14 Maklumat dalam upaya meningkatkan perekonomian di Sumatera.

Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizari Alfian, mengatakan mengapresiasi setinggi-tingginya ke-14 poin Maklumat dan berharap poin-poin tersebut segera dieksekusi di tataran teknis operasional.

“Dari 14 poin Maklumat, Apindo Lampung mencermati sedikitnya delapan poin yang merepresentasikan empat dari delapan poin usulan Lampung yang diperjuangkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi,” ujar Ary.

Menurut Ary, meskipun rekomendasi Lampung agar optimalisasi kawasan pusat pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City sebagai salah satu penggerak wisata di Sumatera gagal termaktub, tapi keseluruhan pointers menjadi “catu daya” penting dalam meningkatkan spirit regionalisme satu pulau sebagai satu kesatuan entitas pembangunan provinsi se-Sumatera.

“Kami sependapat spirit Indonesia centris dalam percepatan penyelesaian pembangunan konektivitas infrastruktur dasar berkeadilan, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung-Nangroe Aceh Darussalam adalah kekuatan penggerak utama pengungkit daya ekonomi pulau, pemantik integrasi sistem logistik, hilirisasi industri, dan surga investasi. Gaskeun!” ujar Ary.

“Dunia usaha dan industri daerah pantang cuma jadi penonton. Jika Ketua Umum Apindo merestui, kami akan koordinasi dengan Apindo se-Sumatera memantapkan ini, minimal agar dalam postur APBN 2023 kelak ada yang sudah dapat dieksekusi,” ujar Ary, mendampingi Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Lampung, Ardiansyah.

Ke-14 poin Maklumat Bumi Lancang Kuning rekomendasi Rakorgub se-Sumatera 2022 meliputi:

  1. Mendorong percepatan pembangunan JTTS baik feeder dan backbone dengan upaya alternatif skema pembiayaan lainnya, dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan.
  2. Berkomitmen untuk bersama-sama menangani permasalahan over dimension over loading (ODOL) sehingga kerusakan infrastruktur jalan yang disebabkan ODOL dapat diminimalisasi.
  3. Mendorong pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan atau regulasi terkait pemerataan hilirisasi sumber daya alam (SDA) berbasis komoditi unggulan di Sumatera.
  4. Berkomitmen dalam upaya peningkatan produksi pangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan pokok antar provinsi, penguatan jaringan konektivitas transportasi darat dan laut, pembentukan pusat informasi harga dalam upaya menjaga kestabilan inflasi daerah.
  5. Berkomitmen bersama mencegah atau mengatasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang lebih masif dengan mengawasi pergerakan lalu lintas hewan ternak antar provinsi, dan penyediaan vaksin di Sumatera.
  6. Menyepakati pengembangan wisata halal dan setiap provinsi mengusulkan kawasan pengembangan wisata halal Sumatera.
  7. Berkomitmen bersama memberi layanan kesehatan penanganan stunting dan layanan pendidikan daerah perbatasan.
  8. Mendukung pembentukan Forum Bersama Penyelamatan Gambut dan Mangrove di Sumatera.
  9. Mendorong pemerintah memberi prioritas bagi pegawai non ASN untuk bisa menjadi CPNS/PPPK.
  10. Mendukung Provinsi Riau sebagai pusat IMT-GT Business Centre Indonesia dan mendorong pemerintah untuk lakukan percepatan pembangunan Pelabuhan Roro Dumai-Malaka.
  11. Mendukung pembentukan pusat informasi komoditi unggulan pertanian dalam arti luas sebagai pusat informasi pemasaran di Sumatera.
  12. Mendukung pembentukan Forum Sumatera Hijau.
  13. Mendukung percepatan pembukaan pintu masuk dan keluar transportasi laut dan udara dari dan menuju luar negeri di Sumatera.
  14. Mendorong pemerintah melakukan percepatan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan sebagaimana pembagian DBH Cukai Hasil Tembakau.

Rakorgub Se-Sumatera 2022 dengan Tema Transformasi Ekonomi Sumatera ini dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo, mewakili Mendagri Prof. M. Tito Karnavian; Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Okto Rialdi, mewakili Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa; dan salah satu Dirjen Kementerian PUPR, mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono virtual melalui Zoom.

Di barisan gubernur, tampak tuan rumah Gubernur Riau Syamsuar; Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Jambi Dr. Al Haris, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya, Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung yang juga Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Dr. Ridwan Djamaluddin; Gubernur Bengkulu Dr. drh. Rohidin Mersyah, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Dalam kegiatan Rakorgub ini, Gubernur Lampung mengatakan rakor ini bertujuan mempercepat pembangunan di Sumatera lewat dukungan potensi masing-masing provinsi, dan saling bersinergi.

Gubernur Lampung juga menyampaikan delapan ihwal pembangunan di Sumatera, yakni:

  1. menguatkan kembali keseimbangan pembangunan dan kelestarian fungsi hutan di Sumatera sebab hutan adalah bagian strategis keberlanjutan pembangunan.
  2. mendorong dibangunnya pusat informasi bersama sektor perdagangan, berlokasi di Kepri.
  3. Mengimbau daerah-daerah di Sumatera mengoptimalkan keberadaan JTTS agar mempunyai daya ungkit bagi perekonomian provinsi di Sumatera.
  4. Mendorong dan menjaga ketahanan pangan Sumatera dengan mengedepankan fungsi Lampung dan daerah pertanian lain yang memiliki surplus padi serta hasil pertanian lainnya.
  5. Dalam penanganan PMK, Gubernur Lampung mendorong adanya sertifikat ternak untuk menjamin keamanan terhadap penyebaran PMK.
  6. Optimalisasi ekonomi dengan potensi perikanan laut di perairan dua provinsi, Lampung dan Bengkulu, serta mendorong hilirisasi perikanan untuk nilai tambah bagi masyarakat.
  7. Menggagas rencana dibangunnya Rumah Sakit Internasional, diharapkan akan jadi hub layanan kesehatan internasional di Sumatera.
  8. Optimalisasi Bakauheni Harbour City sebagai salah satu penggerak wisata di Sumatera, khususnya di Lampung, dengan memanfaatkan potensi wisata yang berada di perlintasan Jawa dan Sumatera. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA