PESAWARAN (lampungbarometer.id): Pemerintah Kabupaten Pesawaran langsung meninjau lokasi yang terdampak banjir rob di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Senin (25/5/2020) pasca banjir rob merendam ratusan rumah warga di beberapa desa di kecamatan tersebut.
Dalam kegiatan peninjauan ini, Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona, diwakili Kabag Protokol Jayadi Yasa, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mustari dan Camat Teluk Pandan Zulkifli Noeh, langsung meninjau lokasi untuk mendata dampak banjir tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran, Mustari, saat meninjau lokasi banjir, mengimbau masyarakat tidak khawatir berlebihan. Dia juga menyampaikan saat ini air laut sudah mulai surut.
“Berdasar pantauan tim di lokasi, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Ini merupakan fenomena alam tahunan yang biasa terjadi,” ujar Mustari kepada lampungbarometer.id
Peristiwa ini, kata dia, merupakan kejadian alam yang biasa terjadi dan warga yang tinggal dekat dengan tepi laut tentu sudah paham dengan resiko jika pada waktu dan siklus tertentu akan terkena dampak banjir rob ini.
“Daerah permukiman yang dekat dengan tepi laut memang beresiko terdampak rob. Naiknya air laut hingga menggenangi permukiman warga ini masih terkategori normal. Kejadian ini juga bukan baru kali ini terjadi, tapi memang setiap tahun,” ujarnya

Meskipun demikian, dia mengimbau warga yang tinggal dekat dengan tepi laut agar tetap berhati-hati dan menempatkan benda berharga di tempat yang tinggi seperti barang elektronik atau barang berharga lain.
Berdasarkan keterangan warga sekitar ketinggian, air laut yang menggenangi pemukiman warga adalah 50 sampai 80 cm bergantung tinggi rendah lokasi rumah masing-masing warga.
Sebelumnya diberitakan ratusan rumah di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran dan sejumlah ruas jalan terendam banjir rob, Senin (25/2020) pagi.
Menurut Safrudin (34), salah satu warga Kampung Bugis, Desa Sidodadi, air laut mulai naik sekitar Pukul 6.00 WIB dan mengakibatkan sejumlah pekarangan rumah warga terendam, bahkan air masuk sampai ke dalam rumah.
“Ini sudah terjadi dua hari ini. Sebelumnya air mulai naik tengah malam dan kembali surut pada pagi hari. Hari ini air mulai naik pagi hari,” kata Safrudin.
Dia menambahkan, banjir rob kali ini yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Pasalnya, puluhan rumah dari dua desa; Dusun Kampung Bugis, Desa Sidodadi dan Kampung Muara, Desa Gebang terendam air laut hingga selutut orang dewasa.
“Pagi ini air laut naik ke permukiman warga sejak Pukul 06.30 WIB dan merendam sejumlah ruas jalan. Kemarin air memang sempat naik, tapi sudah mulai turun. Namun, pagi ini air naik lagi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Nano Romansyah (35), warga Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan.
“Banjir rob kali ini lebih besar, bahkan sampai menggenangi rumah warga padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini. Selain itu, biasanya banjir rob terjadi akhir tahun, tapi kali ini berbeda sehingga banyak yang kaget karena belum siap,” ujar Nano.
Berdasar pantauan lampungbarometer.id, setidaknya ada enam desa di Kecamatan Teluk Pandan yang digenangi air laut, yakni: Pantai Mutun Desa Sukajaya Lempasing, Desa Hanura, Dusun Serba Yaya Desa Hurun, Kampung Bugis Desa Sidodadi, Kampung Muara Desa Gebang, dan Dusun Ketapang Desa Batu Menyan. (Okto Mandiri)
Tidak ada komentar