x

Belajar dari Rumah, Menteri Nadiem: Guru Jangan Fokus Mengejar Target Kurikulum

waktu baca 3 minutes
Minggu, 17 Mei 2020 17:02 0 118 admin

LAMPUNGBAROMETER.ID – Wabah Covid-19 telah membuat Pemerintah mengeluarkan peraturan agar masyarakat tetap di rumah. Sekolah ditutup sementara hingga situasi memungkinkan untuk kembali dibuka sehingga siswa dan guru wajib belajar dari rumah.

Kebijakan ini ternyata tidak hanya sekadar mengubah lokasi dan metode belajar, tapi juga telah mendorong banyak pihak melakukan perubahan dunia pendidikan di Indonesia hanya dalam hitungan bulan.

Menyikapi ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia telah melakukan berbagai penyesuaian pembelajaran selama masa pandemi.

Salah satunya mendorong guru untuk tidak fokus mengejar target kurikulum semata selama masa darurat, melainkan juga membekali siswa kemampuan hidup yang sarat nilai-nilai penguatan karakter. Tujuannya, agar pembelajaran jarak jauh tidak membebani guru dan orang tua, terutama siswa sebagai sosok penting dalam pendidikan.

PANDEMI Covid-19 menyebabkan siswa harus belajar dari rumah.

Penyesuaian tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Kemendikbud, serta Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan.

“Kami mendorong para guru untuk tidak menyelesaikan semua materi dalam kurikulum,” papar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada acara media briefing Adaptasi Sistem Pendidikan selama Covid-19, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/5/2020) lalu, seperti dilansir dari laman Kemendikbud.

“Yang paling penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti keterampilan hidup, kesehatan, dan empati,” ujar Nadiem.

Dalam acara kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kemendikbud, dan Ketua Tim Pakar Penanganan Covid-19 itu, Nadiem juga mengatakan, salah satu cara mengatasi keterbatasan sarana pembelajaran, Kemendikbud menggagas Program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI.

Tayangan tersebut merupakan salah satu alternatif belajar yang diberikan Kemendikbud untuk membantu banyak keluarga yang memiliki keterbatasan pada akses internet. Harapannya anak-anak memperoleh stimulus untuk terus belajar di rumah masing-masing.

Selain itu, serangkaian kebijakan lain pun dikeluarkan Kemendikbud menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19, seperti pembatalan Ujian Nasional (UN), penyesuaian Ujian Sekolah dan pendekatan online untuk proses pendaftaran siswa.

Selain itu, dibuat pula kebijakan penyesuaian pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOP yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama pandemi.

Sedangkan bentuk relokasi sumber daya yang sudah dilakukan Kemendikbud hingga kini, yaitu Program Sukarelawan Mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan yang telah terkumpul lebih 15.000 relawan di seluruh Indonesia.

Selain itu, juga mengaktifkan fasilitas medis universitas di seluruh Indonesia sebagai Covid-19 Test Center, 18 laboratorium dan 13 rumah sakit untuk perawatan pasien.

Kebijakan lainnya yakni, mengalokasikan asrama Pusat Pelatihan Kementerian untuk karantina yaitu di LPMP dan P4TK di seluruh Indonesia dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 405 milyar. (Komp/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mei 2020
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
LAINNYA