WAY KANAN (lampungbarometer.com): Berbagai isu tentang menurunnya kemampuan masyarakat menyediakan alat kontrasepsi yang diperlukan dan pelayanan kesehatan yang belum sepenuhnya memadai, dapat memicu tidak terkendalinya angka kelahiran. Akibatnya menimbulkan lonjakan jumlah penduduk secara tidak berimbang antara penduduk usia produktif dan penduduk usia tidak produktif. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya pada acara Penilaian Lomba Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga-Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (Kesrak PKK-KKBPK) Kesehatan Tingkat Provinsi Lampung di Kampung Sri Numpi Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Senin (10/12). Menurut Bupati, peran keluarga dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sangat penting. Oleh sebab itu, keluarga perlu memperoleh pembinaan dan peningkatan di bidang kesejahteraan dan ketahanan keluarga secara baik dan optimal yang meliputi: Fungsi Keagamaan, fungsi pendidikan, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi, fungsi ekonomi dan fungsi kelestarian lingkungan. “Pemberdayaan keluarga amat penting, mengingat saat ini penyalahgunaan Narkoba dan perilaku menyimpang dilakukan sebagian dari generasi muda kita. Tanggung jawab kita bersama untuk mengatasi hal-hal tersebut. Tentunya harus dimulai dari keluarga kita,” kata Bupati. Dia juga mengatakan keberhasilan Kampung Sri Numpi menjadi wakil Kabupaten Way Kanan dalam lomba Kesrak PKK-KKBKP-Kesehatan Tingkat Provinsi Lampung tahun ini, berkat kerja keras dan kerja sama antara aparatur kampung, masyarakat serta Pemkab Way Kanan. Dalam kesempatan ini Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kampung Sri Numpi atas kerja keras dan partisipasinya, sehingga dapat ikut serta pada Lomba Kesrak PKK-KKBKP-Kesehatan Tingkat Provinsi Lampung. “Kami menyadari masih banyak kekurangan, namun itu menjadi motivasi kami untuk terus berusaha mensejajarkan diri dengan kampung di kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung. Kami berharap Tim Penilai dapat membina dan membimbing masyarakat Kabupaten Way Kanan, khususnya Kampung Sri Numpi sehingga nantinya tercipta keluarga berkualitas dan masyarakat yang sehat, makmur dan sejahtera,” katanya. Dia juga mengimbau seluruh SKPD dan instansi terkait agar terus memberikan perhatiannya terutama pasca lomba berlangsung. “Masyarakat perlu mendapat perhatian karena mereka telah bersusah payah dan bergotong royong membangun kampung untuk menunjukkan peran serta dalam pembangunan di Kabupaten Way Kanan yang kita cintai ini.” Kepada Tim Penilai dari Provinsi Lampung, Bupati berharap dapat melakukan penilaian tanpa mengesampingkan upaya dan kerja keras masyarakat Kampung Sri Numpi, sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai dan membawa manfaat secara luas bagi masyarakat Kabupaten Way Kanan. “Tentu kami berharap Kampung Sri Numpi menjadi terbaik dalam penilaian lomba ini,” ujar Bupati.
Tidak ada komentar