x

‎Sekda Provinsi Lampung Rakor Percepatan Realisasi APBD 2025 Bersama Kemendagri

waktu baca 2 minutes
Selasa, 18 Nov 2025 15:09 0 361 admin

‎Bandar Lampung (LB): Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama jajaran kepala dinas terkait menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 melalui virtual meeting dari Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (17/11/2025).

‎Rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti seluruh kepala daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia itu, membahas realisasi APBD nasional dan daerah per 16 November 2025.

‎Dalam rakor ini Tomsi Tohir menyampaikan secara umum capaian pendapatan dan belanja daerah di seluruh Indonesia masih tergolong rendah sehingga membutuhkan percepatan dan langkah korektif.

‎Berdasarkan data per 16 November 2025, realisasi pendapatan APBD nasional tercatat 78,5%, sementara realisasi belanja mencapai 63,91%. Pada periode yang sama, Provinsi Lampung mencatat realisasi pendapatan 70,82%, berada di bawah rata-rata nasional 79,58%, tapi untuk realisasi belanja telah mencapai 67,70%, melampaui rata-rata nasional sebesar 64,43%.

‎Menanggapi hal ini, Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah memanfaatkan waktu tersisa untuk++8 meningkatkan kinerja dan mengejar target realisasi agar tercapai.

‎Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menjelaskan penyebab lambatnya penyerapan, antara lain keterlambatan proses lelang, belum optimalnya penyusunan DED, penetapan pejabat pengadaan yang tidak tepat waktu, kendala juknis DAK, penagihan akhir tahun, kekhawatiran ASN terhadap proses hukum, serta belum optimalnya monitoring pimpinan daerah.

‎Ia juga menyampaikan solusi percepatan realisasi belanja APBD, di antaranya pengadaan dini, percepatan belanja melalui e-catalog dan toko daring, peningkatan kapasitas SDM, pembayaran berbasis progres, percepatan penyelesaian administrasi, serta penerapan reward and punishment.

‎Dalam kesempatan tersebut, Agus Fatoni juga memaparkan arah kebijakan dan program prioritas APBN Tahun 2026 yang turut berkaitan dengan tugas dan peran pemerintah daerah, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta beberapa program strategis lainnya.

‎Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah daerah merencanakan dan mengoptimalkan anggaran secara cermat, efektif, dan berorientasi pada hasil dalam menghadapi tahun anggaran berikutnya.

‎”Pemerintah daerah harus lebih kreatif dalam mengoptimalkan pendapatan serta mempercepat realisasi belanja. Perlu juga diingatkan pendapatan APBD harus bersumber dari potensi yang benar dan sesuai ketentuan, bukan dinaikkan secara tidak realistis hanya untuk menutup potensi defisit sehingga angka pendapatan dapat mencerminkan kondisi keuangan daerah yang sebenarnya. (kmf)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
LAINNYA