Seputar Ramadhan

Kapan Mulai Puasa Ramadan? Ini Jadwalnya Versi Pemerintah, NU Dan Muhammadiyah

217
×

Kapan Mulai Puasa Ramadan? Ini Jadwalnya Versi Pemerintah, NU Dan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Bulan Ramadan merupakan bulan suci umat Islam. Selama satu bulan di Bulan Ramadan, umat Islam berpuasa di siang hari dan melaksanakan serangkaian ibadah di malam hari.

Nah, tahun ini tanggal berapa umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan?

Sejak beberapa tahun terakhir jadwal dimulainya ibadah puasa di Indonesia berbeda antara Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.

Inilah jadwal puasa Ramadan 2024 Masehi atau 1445 Hijriyah versi Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah berdasarkan informasi yang dihimpun lampungbarometer.id dari berbagai sumber.

Versi Pemerintah

Penetapan awal Ramadan oleh Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag) biasanya ditentukan melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, dan biasanya menjadi patokan masyarakat untuk mulai melaksanakan ibadah puasa.

“Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” papar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin, dikutip dari situs resmi Kemenag, Sabtu (9/3/2024).

Berdasarkan situs resmi Kemenag, sidang isbat penentuan awal Ramadan 1445 H nantinya akan diadakan pada Minggu, 10 Maret 2024 mulai Pukul 17.00 WIB dengan lokasi Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Jika melihat Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2024 yang diterbitkan Kemenag RI, Tanggal 1 Ramadan sebagai awal dimulainya puasa Tahun 1445 H/2024 yang diprediksi pada Selasa, 12 Maret 2024.

Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Awal Ramadan versi Nahdlatul Ulama (NU) belum bisa dipastikan. Pasalnya, Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal terlebih dahulu.

Dilansir situs resmi NU Online, Pemantauan hilal tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Maret 2024, atau bertepatan dengan 29 Syakban 1445 H.

“Tanggal 10 Maret hari Ahad Legi,” terang Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa.

Meskipun demikian, KH Sirril Wafa memprediksi jika 1 Ramadhan 1445 H/2024 Masehi versi NU akan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.

“Jadi langkah ikmal/istikmal Syakban sebagaimana tertulis di almanak PBNU sudah benar. Insya Allah fix 1 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 12 Maret 2024 M,” ujarnya dikutip dari situs NU Online Jombang, Sabtu (9/3/2024).

Nantinya, rukyatul hilal awal Ramadan 2024 akan dilakukan di 50-60 titik di seluruh Indonesia, mulai dari zona barat, tengah, dan timur.

Dalam menetapkan awal bulan tersebut, LF PBNU menerapkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang juga dipakai pemerintah.

Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah sudah lebih dahulu menentukan 1 Ramadan 2024. Ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 H yang terbit pada Januari 2024 lalu.

Berdasarkan maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

“Di wilayah Indonesia, tanggal 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret 2024 M,” demikian tertulis pada maklumat tersebut, dilihat lampungbarometer.id, Sabtu (9/3/2024).

Adapun penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah itu dilakukan berdasarkan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki. Sebagai informasi, Hisab Hakiki merujuk pada metode hisab yang berpatokan pada gerak benda langit, khususnya Matahari dan Bulan faktual (sebenarnya).

Perihal libur dan cuti bersama, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri No. 855/2023, No. 3/2023, dan No. 4/2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024, pemerintah tidak memberikan hari libur maupun cuti khusus untuk menyambut awal Ramadan tahun ini.

Meskipun demikian, masyarakat tetap akan merasakan libur karena awal Puasa Ramadan 2024 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu, sehingga terdapat libur dan cuti bersama untuk perayaan Nyepi. (R-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *