x

‎Menangi Pemilu, Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York ‎

waktu baca 2 minutes
Kamis, 6 Nov 2025 22:01 0 211 admin

‎Bandar Lampung (LB): Zohran Mamdani yang baru berusia 34 tahun mengukir sejarah sebagai Wali Kota muslim pertama untuk Kota New York setelah meraih suara terbanyak pada pemilu yang digelar Selasa (4/11/2025) waktu setempat, jauh mengungguli dua kandidat lainnya.

‎Dikutip Associated Press, Kamis (6/11/2025), dari 89 persen suara yang telah dihitung, Mamdani yang merupakan kandidat Partai Demokrat, menempati peringkat pertama dengan meraup 50,4 persen suara dukungan.

‎Perolehan itu jauh di atas kandidat lainnya seperti mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, kandidat independen yang meraup 41,6 persen, dan Curtis Sliwa, kandidat Partai Republik yang hanya mendapatkan 7,1 persen suara.

‎Atas perolehan suara tersebut, Mamdani memenangkan Pemilu dan akan menjabat sebagai Wali Kota New York yang baru, menggantikan Eric Adams.

‎Kemenangan Mamdani menandai sejumlah pencapaian pertama: Ia akan menjadi wali kota berdarah Asia Selatan pertama di kota tersebut, wali kota Muslim pertama, dan pemimpin terpilih pertama yang lahir di Afrika. Di usia 34 tahun, ia menjadi wali kota New York termuda dalam lebih dari satu abad, ketika dilantik pada 1 Januari tahun depan.

‎Suara Mamdani menjadi kemenangan bagi sayap progresif Partai Demokrat, dan memberikan kredibilitas bagi Partai Demokrat yang mendesak partai untuk merangkul kandidat yang lebih progresif.

‎Dalam pesta kemenangannya di Brooklyn, para pendukung Mamdani bersorak dan saling berpelukan. Beberapa di antaranya bahkan menangis, setelah Associated Press menetapkan Mamdani terpilih sebagai Wali Kota New York.

‎Akun media sosial X milik Mamdani mengunggah video kereta bawah tanah yang berhenti di stasiun Balai Kota New York, dengan pernyataan berbunyi: “Perhentian berikutnya dan terakhir adalah Balai Kota.”

‎Latar belakang agama Mamdani terlihat jelas di sepanjang kampanyenya dan video-videonya yang sering viral di media sosial.

‎Ia menggunakan frasa-frasa seperti “insya Allah” dengan nada bercanda, yang ditujukan pada liputan tabloid tentang kampanyenya; menciptakan istilah “halaflasi” untuk menggambarkan kenaikan biaya makanan di gerobak makanan; dan mengunggah video yang menandai hari raya Islam dengan gaya—menurut salah satu komentator—”estetika obrolan grup WhatsApp tante-tante.”

‎Hal ini juga menjadi isu kampanye. Dalam konferensi pers bulan lalu, Mamdani berbicara tentang Islamofobia yang dihadapinya dan warga Muslim New York lainnya, menyusul komentar kandidat wali kota lainnya, Andrew M. Cuomo, dalam sebuah wawancara radio tentang bagaimana Mamdani akan bereaksi terhadap 9/11.

‎“Saya masih muda meskipun saya telah berusaha keras untuk menjadi tua. Saya seorang Muslim. Saya seorang sosialis demokrat,” kata Mamdani dalam pidato kemenangannya Selasa malam. “Dan … saya menolak untuk meminta maaf atas semua ini.” (Herdi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
LAINNYA