x

Anugerah Sastra Rancagé 2025: Apresiasi untuk Penulis Sastra Daerah

waktu baca 2 minutes
Selasa, 12 Agu 2025 09:28 0 336 admin

Bandung (LB): Yayasan Kebudayaan Rancagé kembali menggelar Penganugerahan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang telah memasuki penyelenggaraan ke-37 sejak pertama kali diberikan pada 1989.

‎Tahun ini, acara dilaksanakan bekerja sama dengan Pengurus Besar Paguyuban Pasundan pada 12–13 Agustus 2025 di Aula Mandala Saba Dr. Djundjunan, Lantai V, Gedung Paguyuban Pasundan, Jl. Sumatera No. 41, Kota Bandung.

‎Hadiah Sastra Rancagé diberikan kepada penulis yang berkarya dalam bahasa daerah sebagai bentuk penghormatan dan upaya pelestarian kekayaan sastra nusantara. Tahun ini, penghargaan dianugerahkan kepada lima penulis: Hidayat Soesanto (sastra Sunda), St. Sri Emyani (sastra Jawa), Komang Sujana (sastra Bali), Panusunan Simanjuntak (sastra Batak), dan Udo Z. Karzi (sastra Lampung). Selain itu, penghargaan jasa diberikan kepada Us Tiarsa atas dedikasinya dalam pengembangan sastra daerah.

‎Selain penganugerahan, kegiatan juga diisi dengan seminar bertema “Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah”, yang menghadirkan para pemenang sebagai narasumber, termasuk Udo Z. Karzi. Seminar ini bertujuan mendorong integrasi sastra daerah ke dalam dunia pendidikan, sekaligus membuka ruang diskusi tentang strategi memperluas pembacaan karya-karya berbahasa daerah di generasi muda.

‎Rangkaian acara dimulai pada Selasa, 12 Agustus 2025, dengan kedatangan para pemenang di Bandung, dilanjutkan makan malam bersama dan bincang santai di Hotel Aryaduta. Acara puncak berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, dengan seminar dan penyerahan penghargaan pada pagi hari, sebelum para penerima penghargaan kembali ke daerah masing-masing.

‎Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage, Titisiti Nastiti, menyampaikan penghargaan ini merupakan wujud nyata komitmen yayasan dalam menjaga keberlangsungan sastra daerah. “Kami percaya, keberagaman bahasa dan karya sastra daerah adalah kekayaan budaya bangsa yang harus terus hidup dan berkembang. Melalui penghargaan ini, kami berharap lahir karya-karya baru yang menginspirasi,” ujarnya.

‎Sejak 1989, Hadiah Sastra Rancage telah menjadi simbol pengakuan tertinggi bagi para penulis sastra daerah di Indonesia. Tahun ini, semangat itu kembali ditegaskan melalui pertemuan para sastrawan lintas bahasa daerah di Bandung. (Heru Ch.)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agustus 2025
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
LAINNYA