x

‎Lampung 5 Besar Target Swasembada Pangan, Gubernur Dan TA Kementan Bahas Upaya Tingkatkan Produksi Gabah ‎

waktu baca 2 minutes
Selasa, 25 Mar 2025 10:34 0 482 admin

Bandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membahas upaya menggenjot swasembada pangan bersama Tenaga Ahli (TA) Menteri Pertanian Pamuji Lestari, menyusul masuknya Provinsi Lampung sebagai lima provinsi di Indonesia sebagai target swasembada pangan, di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Senin (24/3/2025).

‎Gubernur sangat mendukung upaya peningkatan produksi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan tersebut.

‎Pamuji Lestari mengatakan Provinsi Lampung masuk sebagai wilayah utama di Indonesia sebagai target swasembada pangan bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

‎”Kami akan segera mewujudkan perintah Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan secepat-cepatnya dan ini harus dilakukan sekarang,” ujar Pamuji.

‎Menurutnya, produksi pangan di Indonesia mengalami peningkatan pada Januari dan Februari 2025, dengan luas tanam yang juga meningkat. Namun, pada Maret, luas tanam mulai mengalami penurunan yang dikhawatirkan dapat berimbas pada penurunan hasil produksi.

‎”Kami keliling ke beberapa lokasi, tetapi memang petani ini masih agak loyo karena sedang puasa dan akan lebaran sehingga kebanyak petani menunda panen dan menunda tanam,” katanya.

‎Selain itu, petani juga menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kesulitan mendapatkan air yang cukup untuk lahan pertanian, baik karena kekeringan atau pembatasan penggunaan air oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

‎”Kalau di Lampung ini komisi air ini akan selalu disesuaikan dengan masa tanam atau kebutuhan petani dan target di Lampung masih jauh sehingga kita harus dorong tapi kalau target kabupaten ada yang sudah surplus,” kata dia.

‎Meskipun demikian, Lampung tercatat telah mencapai target produksi gabah sebesar 1,64 juta ton dari total target 3,5 juta ton. Petani di beberapa kabupaten, seperti Lampung Tengah, diperkirakan akan melakukan panen raya pada April 2025.

‎”Ketika sudah panen maka Bulog harus segera menyerap hasil panen petani dengan harga Rp6.500 dan kendalanya adalah gudangnya tidak cukup. Tadi sudah diarahkan untuk mencari lokasi gudang karena Maret sudah tidak cukup apalagi nanti April panen raya,” ucapnya.

‎Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) yang lebih modern, seperti combine harvester, traktor, dan dryer, guna membantu memperlancar proses panen dan penyerapan gabah. (kmf)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maret 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
LAINNYA