x

Kades Gedong Tataan Turun Langsung Rawat dan Bantu Pengobatan Warganya yang Sakit

waktu baca 3 minutes
Kamis, 2 Feb 2023 21:40 0 165 Admin

Pesawaran (LB): Kepala Desa Gedong Tataan, Ansori Asofa, terus berkomitmen untuk selalu hadir membantu warganya yang mengalami kesusahan, di antaranya memberi perawatan terhadap salah satu warganya yang hidup sebatang kara serta sudah berusia lanjut dan sejak lama menderita sakit.

Warga tersebut bernama Asari (73) yang tinggal di RT 001, RW 002, Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan. Menurut warga, Asari sudah lama menderita sakit komplikasi, dan sejak delapan bulan terakhir dan hanya terbaring di tempat tidur.

Kepada Lampung Barometer, dia mengatakan membantu warga merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala desa. Terkait warganya yang sakit, dia mengatakan sudah berupaya membantu perawatan dan pengobatan, tapi karena Asari hidup sebatang kara maka perawatannya kurang maksimal karena tidak ada yang menjaganya.

“Hari ini kita bawa ke Yayasan Srikandi Lampung Tengah agar bisa mendapat pengobatan dan perawatan secara intensif. Pak Asari ini sudah lama sakit, dan sudah lebih setengah tahun dia hanya bisa terbaring di tempat tidur karena memang dia hidup sebatang kara. Supaya ada yang merawat dan menjaganya maka kita bawa ke Yayasan Srikandi Lampung Tengah, karena kita tidak bisa merawatnya dengan intensif,” ujar Ansori, Kamis (2/2/2023).

Ansori juga menyampaikan pihak desa telah berkoordinasi dengan Yayasan Sosial Srikandi di Lampung Tengah agar warganya tersebut bisa segera mendapat perawatan dengan layak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Yayasan Srikandi supaya Pak Asari ini bisa segera dirawat. Kasihan dia di sini sendiri tidak ada yang merawat. Oleh sebab itu, kami berupaya agar dia bisa segera dirawat,” ujarnya.

TAMPAK Asari (73) terbaring lemah karena sakit.

Sementara itu, Ketua RT 01 Firman Saputra, saat ditemui di rumah Asari, menceritakan Asari sudah mengalami sakit parah sekitar delapan bulan. Dan dalam kurun waktu tersebut segala kebutuhannya dibantu pihak desa dan warga sekitar.

“Sudah delapan bulan cuma terbaring dan tidak pernah kemana-mana, bahkan makan dan buang air juga di tempat tidur. Perangkat desa dari RT, Kadus sampai Pak Kades juga ikut merawat. Sebenarnya ada keluarganya di Margakaya, kita juga sudah kesana langsung bersama perangkat desa menyampaikan kondisi Pak Asari ini,” ungkap Firman.

Namun meskipun sudah diberitahu, pihak keluarganya tidak ada tanggapan sehingga pihak desa memutuskan membawanya ke yayasan sosial.

“Karena tidak ada tanggapan dari pihak keluarganya makanya hari ini Pak Kades memutuskan membawa Pak Asari ke Yayasan Srikandi. Jadi tadi sudah dibawa sama Pak Kades ke Lampung Tengah,” ungkap Firman.

Berdasar penelusuran lampungbarometer.id, diketahui Asari selama ini hidup sebatang kara dan mengontrak rumah salah satu warga di RT 001 Desa Gedong Tataan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dia bergantung dengan bantuan sosial; Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana desa dan bantuan PKH.

“Pak Asari ngontrak di sini sendiri. Dia hidup sebatang kara. Katanya ada kakaknya di Margakaya, tapi mereka tidak pernah ke sini. Dan selama dia sakit, pihak desa juga ikut ngurus. Warga sini juga, tetangga-tetangga gantian bawa nasi dan sayur untuk dia,” ucap Aida Mustofa (49), salah satu tetangga korban.

Hal ini diamini warga lainnya, Ria Saputri (35). Menurut Ria, Asari memang sejak lama mengontrak di rumah yang ditempatinya saat ini. Namun, sejak menderita sakit, Asari tidak diminta untuk membayar sewa.

“Dia tinggal ngontrak sendiri. Sejak menderita sakit hampir setahun ini, dia diizinkan tinggal gratis. Tapi tadi sudah dibawa sama Pak Kades ke yayasan sosial. Katanya supaya ada yang merawat,” ucap Ria. (Dayat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Februari 2023
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  
LAINNYA