x

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lampung Dan Sita 791 Kotak Amal

waktu baca 2 minutes
Kamis, 4 Nov 2021 23:27 0 135 Admin

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Teroris di Lampung ternyata membiayai gerakannya melalui ratusan kotak amal. Terhitung 791 kotak amal diamankan polisi dari sebuah rumah di Jalan Mahoni I, LK I, RT 06, Way Halim Permai, Way Halim, Bandar Lampung pada Rabu (3/11/2021).

Fakta ini terungkap saat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris di Lampung. Kali ini Densus 88 menangkap terduga teroris inisial DW (45) di wilayah Bandar Lampung.

Dengan penangkapan ini, sudah tiga orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Lampung. Sebelumnya Densus 88 telah menangkap inisial SH (61) di Gedong Tataan, Pesawaran dan SK (59) di wilayah Lampung Selatan.

RATUSAN Kotak amal disita Tim Densus 88 dalam penangkapan terduga teroris di Kota Bandar Lampung, Rabu (3/11/2021).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Z. Pandra Arsyad mengatakan penangkapan DW merupakan pengembangan dari penangkapan dua terduga teroris sebelumnya.

“Selain menangkap DW, Densus 88 menyita 791 kotak amal, sejumlah uang dan barang lainnya. Kotak amal yang disita adalah milik Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurahman bin Auf (LAZ BM ABA),” kata Pandra.

Pandra mengungkapkan penangkapan tiga terduga teroris di Lampung merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris di wilayah Jakarta dan Medan.

“Semua barang bukti dan tiga orang terduga diamankan untuk dikembangkan. Diimbau juga kepada masyarakat, ketua RT dan ketua lingkungan turut serta melakukan upaya pencegahan, seperti mengaktifkan wajib lapor 24 jam. Jika melihat atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan terkait paham radikal agar melapor ke Bambinkamtibmas atau Babinsa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LK I Kelurahan Way Halim Permai Panut Darwoko mengatakan, pihaknya tidak mengetahui perihal LAZ BM ABA yang terindikasi menjadi sumber pendanaan terorisme. Sebab selama ini LAZ ABA sering melaksanakan bhakti sosial ke warga sekitar.

“Kami tahunya hanya yayasan dan sering memberikan bantuan sosial kepada anak yatim dan lainnya kepada warga. Dahulunya yang terpampang nama yayasan, lalu sering ada kegiatan seperti bekam dan lainnya,” kata Panut Darwoko.

“Sudah empat tahun, sejak pertama tinggal tidak pernah berbaur dengan warga dan yang menempati bukan warga lokal intinya bukan warga kami,” tegas Panut Darwoko. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

November 2021
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
LAINNYA