x

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegara IX Wafat

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 14 Agu 2021 10:28 0 308 Admin

YOGYAKARTA (lampungbarometer.id): Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara IX meninggal dunia di Jakarta, Jumat (13/8/2021), Pukul 02.50 WIB. Jenazahnya disemayamkan di Ndalem Ageng Pura Mangkunegaran.

Plt. Pengageng Kabupaten Mondropuro Pura Mangkunegaran Solo Supriyanto Waluyo mengungkap KGPAA Mangkunegara IX meninggal pada usia 70 tahun karena sakit.

“Beliau meninggal gerah sepuh (sakit karena usia tua). Usianya 70 tahun. Punya riwayat sakit jantung,” ungkap Supriyanto.

Setelah melalui perjalanan darat dari Jakarta ke Solo, jenazah Mangkunegara IX disemayamkan di Ndalem Ageng, untuk memberikan kesempatan penghormatan terakhir bagi abdi dalem (abdi pura) dan sentanadalem (kerabat pura). Rencananya jenazah akan dimakamkan di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar, besok.

“Adat Mataram tidak boleh dimakamkan Hari Sabtu. Memang adat Mataram dan Jawa tidak boleh, itu pantangan,” ujar Plt. Pengageng Kabupaten Mandrapura Pura Mangkunegaran Solo Supriyanto Waluyo kepada wartawan.

KANJENG Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Mangkunegara IX meninggal dunia di Jakarta, Jumat (13/8/2021), Pukul 02.50 WIB. Jenazahnya disemayamkan di Ndalem Ageng Pura Mangkunegaran.

Supriyanto menjelaskan pantangan itu merupakan tradisi lama dan tidak boleh dilanggar. Bahkan, lanjut Supriyanto, ziarah pun juga tidak boleh dilakukan pada hari Sabtu.

“Memang sudah tradisi, ziarah pun adat Mataram tidak boleh (di hari) Sabtu. Pengalaman bagi yang meyakinilah, apa cari perkara di situ ada luweng (lubang) kok mau dilompati,” tuturnya.

Prosesi pemakaman jenazah KGPAA Mangkunegara IX akan berlangsung dengan adat Jawa maupun Mataram, di antaranya ada tradisi brobosan oleh istri, anak hingga cucu almarhum sebelum jenazah diberangkatkan.

Putra bungsu Mangkunegara IX, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengatakan kepergian ayahandanya menjadi kehilangan besar bagi keluarga.

“Berat bagi keluarga. Ini suatu hal yang tidak pernah kita bayangkan. Ini kehilangan yang besar bagi Mangkunegaran. Ke depan harus tetap semangat melanjutkan semangat Gusti bersama keluarga,” kata Bhre usai mengiringi jenazah ayahnya di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (13/8/2021).

“Semoga keluarga bisa selalu mengenang masa indah dengan Kanjeng Gusti, dan untuk para abdi dalem, kami akan melakukan terbaik untuk mereka karena mereka bagian dari kami,” ujarnya.

Bhre bercerita dirinya masih sempat berkomunikasi dengan Mangkunegara IX pada pagi sebelumnya. Dia pun menyebut ayahnya masih sehat beberapa hari sebelum berpulang.

Namun, Bhre tidak mengetahui secara langsung wafatnya Mangkunegara IX. Sebab, dia sedang berada di Solo, sedangkan ayahnya di Jakarta.

“Ini mendadak kejadiannya, bahkan beberapa hari sebelumnya beliau masih sehat. Pagi hari saya masih teleponan dengan beliau, habis itu tahu-tahu malamnya meninggal. Saya juga tidak tahu kejadian persisinya karena saya di sini (Solo),” ucap dia.

Sementara itu, polisi meminta masyarakat Solo untuk tidak datang melayat untuk mencegah terjadinya klaster virus Corona atau Covid-19.

“Warga masyarakat yang hendak melayat tidak perlu datang ke Pura Mangkunegaran cukup memanjatkan doa saja. Pelayat hanya dibatasi kerabat dan keluarga beliau saja,” terang Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak.

Ade Safri menyebut untuk mengantisipasi membludaknya para pelayat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kodim 0735/Solo, Satgas Covid-19 dan Pura Mangkunegaran.

“Kami koordinasi efektif terutama pelibatan Satgas COVID-19 agar tidak muncul klaster baru. Nanti dibuat satu pintu, arus pelayat yang dibatasi hanya dari keluarga dan kerabat saja yang boleh masuk,” ungkap Ade Safri. (*/red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agustus 2021
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
LAINNYA