Juara Terbaik 1 Penanganan ‘Stunting’, Kemendagri Apresiasi Pemkab Lamsel
waktu baca 2 minutes
Kamis, 27 Mei 2021 16:43 0 154 admin
LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang berhasil menekan stunting hingga 3,61 persen Tahun 2020. Capaian ini melampaui target nasional yang ditetapkan Presiden Jokowi, yakni 14 persen pada 2024.
Apresiasi tersebut disampaikan Kemendagri melalui Tim Inev 2 yang dipimpin Imam Almutakin saat mengunjungi Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan untuk melihat hasil kinerja pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting di desa tersebut, Rabu (26/5/2021).
Imam Almutakin mengakui kinerja Kabupaten Lampung Selatan yang dimotori Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan yang juga Ketua TP PKK Hj. Winarni Nanang Ermanto dalam menuntaskan masalah stunting sangat tinggi. .
“Lampung Selatan memang layak mendapat Juara Terbaik 1 dan Juara Kabupaten Inovatif. Terima kasih telah menindaklanjuti amanah Presiden Jokowi, alhamdulillah saat ini Lampung Selatan sudah jauh dari target yang telah ditetapkan presiden,” katanya.
Almutakin menambahkan pengentasan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan atau pemerintah kabupaten, tapi memerlukan dukungan semua pihak, bahkan aparat desa. Oleh sebab itu, dia berharap capaian ini menjadi titik awal agar Lampung Selatan dapat mewakili Provinsi Lampung ke tingkat nasional.
Sementara itu, Duta Swasembada Gizi Hj. Winarni Nanang Ermanto mengatakan predikat Juara Terbaik 1 yang diraih Kabupaten Lampung Selatan tidak membuat pihaknya berpuas hati, apalagi menyurutkan semangat dalam menuntaskan masalah stunting.
“Upaya dan kerja keras kita untuk pengentasan stunting membuahkan hasil, tapi tujuan kita bukanlah piala melainkan bagaimana masalah stunting di masyarakat bisa selesai,” ujar Winarni.
Sementara itu, Sekda Lampung Selatan Thamrin menyampaikan keberhasilan meraih predikat Terbaik 1 dan Kabupaten Inovatif adalah berkat kerja keras semua pihak yang terlibat dalam tim pencegahan stunting.
“Keberhasilan ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan prestasi yang lebih tinggi. Penghargaan yang telah diraih tentu menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih keras,” kata Thamrin, menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan.
Lebih lanjut dia menyampaikan Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu dari 100 kabupaten yang menjadi prioritas dalam intervensi stunting berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2013 sebesar 43 persen. Dia juga mengatakan pada 2018 hasil Riskesdas untuk prevalensi stunting di Lampung Selatan menurun 29,08 persen.
Dia menjelaskan pada 2019 angka stunting di Lampung Selatan 5,54 persen dan pada 2020 menjadi 3,61 persen. Hasil tersebut, kata dia, belum cukup menggembirakan sehingga masih perlu dukungan berbagai pihak dalam rangka percepatan penurunan stunting dan mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan Nol stunting.
“Kami bertekad mewujudkan Lampung Selatan bebas stunting pada 2024 mendatang. Kami berharap kunjungan Tim Inev 2 Kemendagri dan Tim Stunting Provinsi Lampung ini dapat memberikan saran yang inovatif dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya. (Red)
Tidak ada komentar