x

‎Halaman SDN 8 Teluk Pandan Jadi ‘Sawah’ Saat Hujan, KBM Terganggu ‎

waktu baca 2 minutes
Kamis, 4 Des 2025 12:22 0 236 admin

‎Pesawaran (LB): Kondisi halaman SDN 8 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran sangat memprihatinkan karena masih berupa tanah yang selalu becek dan tergenang setiap hujan dan membuat ruang kelas menjadi Kotor dan berdampak pada ketidaknyamanan siswa dan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

‎Ditemui di ruang kerjanya, Kepala SDN 8 Teluk Pandan Saini, S.Pd. mengatakan kondisi halaman sekolah yang berupa tanah merah sangat becek dan berubah menjadi kubangan setiap kali hujan. Sebaliknya saat musim kemarau banyak debu. Oleh sebab itu, dia berharap halaman sekolahnya bisa dipasang paving block.

‎”Kan bisa dilihat langsung kondisinya masih tanah merah, kalau hujan begini tanahnya lengket, semua kelas jadi kotor sehingga mengganggu kenyamanan. Namanya anak SD meskipun sudah diingatkan dan dilarang agar tidak main becekan tetap saja masih ada yang melanggar,” ucap Saini, Rabu (4/12/2025).

‎Berdasarkan pantauan lampungbarometer.id, halaman sekolah yang posisinya lebih tinggi dari beberapa ruang kelas dan ruang guru, mengakibatkan aliran air keruh mengotori selasar dan beranda gedung.

RUSAK. Tampak plafon di bagian depan salah satu ruang kelas yang rusak parah dan harus segera diganti.

‎Selain halaman sekolah yang masih tanah, kondisi plafon di beberapa ruang kelas juga sudah saatnya diganti karena kondisinya yang sudah cukup parah dan tidak layak.

‎Mengenai kondisi sekolahnya, Sini mengaku sudah menyampaikan ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan DPRD Kabupaten Pesawaran. Namun, sampai hari ini belum ada jawaban dari pihak dinas maupun legislatif.

‎”Kondisi sekolah ini mendesak untuk diperbaiki, terutama untuk halaman sekolah. Kami berharap semoga bisa segera dipasang paving agar kalau musim hujan kelas tidak becek dan kotor karena penuh tanah,” ungkapnya.

‎Selain itu, dia juga mengungkapkan sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki 140 siswa, 9 guru, petugas perpustakaan dan penjaga gedung.

‎Salah satu guru, Misi Ardani, menambahkan setiap kali hujan turun cukup deras kondisi lapangan aekolah berubah seperti sawah.

‎”Lokasi halaman yang lebih tinggi membuat air ngalir ke sini (depan ruang guru, red). Karena halaman sekolah kita masih tanah, ya di sini juga jadi becek,” pungkasnya. (Ansori)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA